Saat Isra Miraj, Benarkah Rasulullah SAW Berubah Jadi Cahaya? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut


inNalar.com – Isra Miraj 2022 akan segera diperingati umat Islam, sebagian orang ada yang bertanya terkait Rasulullah SAW.

Pertanyaan tersebut menyangkut kebenaran pendapat bahwa Rasulullah SAW berubah menjadi cahaya saat kejadian Isra Miraj.

Buya Yahya akhirnya angkat bicara soal kajian yang tujuannya ingin menjadikan peristiwa besar tersebut ilmiah.

Baca Juga: Wadas Memanas, Alissa Wahid Beri Pesan Menohok ke Kapolda Jateng dan Ganjar Pranowo

Tetapi akhirnya terjebak kepada sesuatu yang tidak ilmiah, pendapat Rasulullah SAW berubah menjadi cahaya itu juga ditulis jadi buku.

Buku tersebut disebutkan terinspirasi dari sebuah film, di mana digambarkan orang yang melakukan perjalanan sangat cepat tidaklah mungkin.

Orang yang akan melewati matahari tentu hangus terbakar terkena radiasi panas dan sebab lainnya, maka harus berproses secara kimiawi.

Baca Juga: Ini Tampang Ibu dan Anak di Lumajang yang Mencuri Gelang Emas di Toko Emas Gampang Jaya 1 Pasirian

Dilansir inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 18 Juni 2018, Buya Yahya menjelaskan.

Bahkan sampai kata laila dalam ayat yang menerangkan tentang Isra Miraj, dijelaskan oleh golongan yang ingin ilmiah ini.

Namun penjelasannya terlalu berlebihan, karena mengatakan laila yang artinya malam berarti udara lebih dingin tidak panas.

Baca Juga: Isra Miraj 2022, Ini Maksud Sebenarnya Naik ke Atas Langit yang Dilakukan Rasulullah SAW Menurut Buya Yahya

Menurut pendapat tersebut, jika perjalanan Isra Miraj dilakukan pada siang hari yang ada matahari maka akan kepanasan.

“Yang percaya ya aneh, bagaimana otak manusia berfikir tentang mukjizat, ini bukan sekedar menembus batas langit sampai batas alam,” jelas Buya Yahya.

Melewati batas alam maksudnya yaitu sampai diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW melihat surga, dan di mana tempat itu?.

Baca Juga: Waspada Hari Valentine 2022 Jadi Perayaan Seks Bebas, Simak Daftar Kasusnya di Indonesia

Maka janganlah akal manusia yang sempit atau otaknya yang kecil mencoba memahami mukjizat yang merupakan kehendak dan kuasa Allah SWT.

Rasulullah dengan jasadnya diperjalankan oleh Allah SWT dengan sangat cepat dan tidak ada urusan dengan radiasi dan lainnya yang dianggap menghambat.

“Jadi Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT dengan jasadnya yang terdiri dari kulit, daging, tulang, dan darah yang suci dan mulia.” Terang Buya Yahya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]