

inNalar.com – Minggu pagi 21 Februari 2022, Rusia telah melancarkan gelombang serangan ke Ukraina. Serangan pagi itu menargetkan fasilitas bahan bakar dan gas milik pemerintah Ukraina.
Serangan itu diprediksi sebagai langkah lanjutan invasi yang sempat diperlambat oleh perlawanan sengit.
Ledakan besar pada Minggu pagi itu sampai menerangi langit di selatan ibukota, Kyiv. Pada saat ledakan itu ada orang-orang yang masih bertahan di dalam rumah.
Baca Juga: NATO Pasok Senjata ke Ukraina Dilengkapi Rudal dan Anti-tank untuk Lawan Rusia
Sebagian dari mereka memilih untuk mengungsi di garasi bawah tanah, ruang bawah tanah atau stasiun kereta bawah tanah, yang dinilai lebih aman.
Api mengepul ke langit dari depot minyak dekat pangkalan udara di Vasylkiv, dekat Kyiv. Kantor Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan ledakan lain terjadi di Bandara Sipil Zhuliany.
Kantor Presiden Volodymyr Zelensky juga mengatakan bahwa pasukan Rusia meledakkan pipa gas di Kharkiv, kota terbesar kedua di negara itu.
Baca Juga: 10 Daftar Negara Terbesar di Dunia, Nomor 1 Rusia, Luas Daratan Capai 11 Persen dari Daratan Bumi
Pasca ledakan di beberapa tempat itu, pemerintah memperingatkan masyarakat untuk melindungi diri mereka dari asap dengan menutupi jendela dengan kain lembab atau kain kasa.
“Kami akan berjuang selama diperlukan untuk membebaskan negara kami,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Pemerintah memberlakukan jam malam hingga 39 jam kedepan untuk mengantisipasi serangan skala penuh oleh pasukan Rusia.
Jam malam di Kyiv akan berlangsung hingga Senin pagi. Karena keheningan ibu kota yang relatif tenang secara sporadis dirusak oleh tembakan.***