Rusia Invasi Skala Penuh, Vladimir Putin Peringatkan Militer Ukraina untuk Tidak Macam-Macam


inNalar.com
– Konflik antara Rusia dan Ukraina kini kian memanas. Tebaru, Presiden Vladimir Putin resmi mengizinkan militer Rusia invasi dengan skala penuh.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba melalui akun Twitter resminya.

“Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina,” kata Dmytro Kuleba, dikutip inNalar.com

Baca Juga: Vladimir Putin Kerahkan Militer Rusia Invasi Besar-besaran di Ukraina, Ledakan Keras Terdengar di Kyiv

“Kota-kota Ukraina yang damai sedang diserang. Ini adalah perang agresi. Ukraina akan mempertahankan diri dan akan menang. Dunia dapat dan harus menghentikan Putin. Waktunya untuk bertindak adalah sekarang,” sambumngnya.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya, yang merupakan presiden Dewan Keamanan saat ini juga mengakui bahwa invasi Rusia ke Ukraina Timur sedang berlangsung.

Vasily Nebenzya berdalih, operasi khusus ini untuk melindungi orang-orang yang selama delapan tahun sudah menderiata “genosida” dari rezim Ukraina.

Baca Juga: Baby A, Putri Aurel Hermansyah dan Atta Lahir di Bulan Februari, Simak Keistimewaannya Menurut Zodiak

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, invasi Rusia ke Ukraina dibenarkan berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB (pasal itu memungkinkan individu atau kolektif pertahanan diri dalam menghadapi serangan bersenjata terhadap negara anggota PBB).

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menuntut pasukan Ukraina meletakkan senjata mereka, dan mengulangi posisinya bahwa setiap keanggotaan Ukraina di NATO tidak dapat diterima oleh Moskow.

Aksi militer Rusia memang mendapat kecaman dari berbagai negara, seperti Jerman yang mengatakan itu adalah “pelanggaran hukum internasional yang tidak tahu malu”.

Baca Juga: Karir Baby A, Anak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Diramal Tak Seperti Jejak Kedua Orangtuanya

Sementara Inggris mengatakan serangan itu “tidak beralasan, tidak adil” dan itu adalah “hari yang gelap bagi Ukraina.

Analis mengatakan bisa jadi Rusia memulai dengan serangan dengan keyakinan bahwa itu mungkin berarti bisa mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa harus melakukan serangan skala besar.

Mereka bersikeras bahwa serangan itu difokuskan pada sasaran militer.

“Putin mungkin berpikir itu akan menyebabkan kejutan sedemikian rupa sehingga pemerintah akan runtuh, bahwa akan ada seruan untuk menyerah,” William Courtney, seorang ahli di Rand Corporation di Washington DC.

Baca Juga: Umumkan Keadaan Darurat, Ukraina Imbau Warganya agar Meninggalkan Rusia

“Jika demikian, Kremlin mungkin meremehkan ketahanan Ukraina,” pungkasnya.***

Rekomendasi