

inNalar.com – Rumor beredaran kepada masyarakat yang berkaitan dengan pandemi 2.0.
Hal ini disangkut pautkan mengenai polusi udara yang sedang ramai dibicarakan masyarakat Indonesia.
Isu tersebut disangkut pautkan juga dengan Covid varian terbaru yaitu varian Eris.
Varian Eris merupakan Covid yang memiliki kecepatan penyebaran lebih cepat dari varian yang lain.
Gejala covid varian tersebut bukalah demam, melainkan flu, pilek, sakit tenggorokan dan masih banyak lagi.
Rumor tersebut bermula dari unggahan salah satu rakyat X yaitu Dokter Tifa yang mengunggah sebuah cuitan.
Dalam postingan tersebut beliau mengatakan bahwa pandemi 2.0 yang dijadwalkan pada 2025 akan dimajukan.
Hal tersebut ia sampaikan bahwa pandemi 2.0 akan ada pada tahun 2024 dan 2023.
Hal ini berkaitan tentang pemerintahan yang mengadakan kebijakan-kebijakan yang sama dengan lockdown.
Yaitu dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan seperti WFH, Lockdown, menggunakan masker dan lainnya.
Ia juga menambahkan bahwa agar masyarakat tidak protes, diumumkannya alasan yaitu polusi udara.
Chemtrails juga ditambahkan taburan dengan adanya kebakaran- kebakaran hutan dan gedung-gedung langit menjadi forecast.
Hal tersebut membuat batu bara atau BBM seakan-akan menghitam karena jelaga.
Dalam pernyataan resmi Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Umum IDI Adib Khumaidi menyatakan bahwa hal tersebut adalah prediksi.
Hal tersebut merupakan pendapat pribadi dari dokter Tifa yang belum ada pernyataan resminya serta pembenarannya.
Terlepas dari hal itu, masyarakat perlu membantu berdoa agar hal tersebut tidak terjadi.
Daripada mempercayai rumor yang belum tentu kebenarannya, lebih baik menyiapkan diri kita.
Kuatkan kualitas imun, menjaga Kesehatan lingkungan dan fokus terhadap kesehatan pribadi agar mencegah hal tidak diinginkan.***