

InNalar.com – Proyek pembangunan sebagai ikon baru di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat gagal dilakukan hingga mangkrak.
Proyek tersebut merupakan adanya pembangunan Waterfront yang terletak di Istana Alwatzikhoebillah di Kalimantan Barat.
Tentunya dari gagalnya pembangunan tersebut membuat kekecewaan bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat.
Mangkraknya proyek pembangunan Waterfront yang berada di Kalimantan Barat tersebut tidak dilanjutkan, proyek dilakukan di Kampung Dalam Kauman.
Terdapat penyebab yang mengharuskan proyek Waterfront tersebut gagal dilanjutkan hingga mangkrak, pembangunan tersebut termasuk ke dalam proyek PUPR pada tahun 2022.
Kontraktor pelaksana pembangunan proyek Waterfront di Kalimantan Barat tersebut yaitu Cv Zee Indo Artha dan pengawasan pembangunan proyek ialah Cv Zamrud Griya.
Dari adanya hal tersebut, kerugian negara mencapai Rp 1,8 miliar, untuk proyek pembangunan Waterfront di Kalimantan Barat tersebut menelan anggaran hingga Rp 8 miliar.
Baca Juga: Perlu Anggaran Rp 80 Miliar, Proyek Pembangunan Puskesmas di Sulawesi Selatan Sudah Mangkrak 3 Tahun
Pada pembangunan Waterfront tahap pertama mengalami permasalahan yaitu terjadinya bangunan roboh disertai longsor yang berada di tepian sungai, sehingga merugikan negara.
Proses proyek pembangunan Waterfront sendiri dimulai dari tahun 2022, anggaran kontrak untuk pembangunan mencapai Rp 8.826 miliar.
Anggaran fantastis yang telah dikeluarkan tetapi pembangunannya gagal menimbulkan adanya luka dan juga kekecewaan masyarakat yang ada di kabupaten Sambas kalimantan Barat.
Baca Juga: Peras Anggaran Rp 3,9 Miliar, Proyek Pembangunan di Sulawesi Selatan Gagal Dilakukan, Penyebabnya…
Pembangunan yang memadai di kampung-kampung kecil juga dapat mendorong dan membantu perekonomian masyarakat yang ada disana.
Proyek pembangunan Waterfront yang terletak di Kalimantan barat tersebut akan menjadi ikon keraton Sambas.
Pembangunan yang gagal hingga mangkrak tersebut menyeret beberapa oknum yang terlibat dalam anggaran dana untuk proyek Waterfront.
Pelelangan proyek pembangunan Waterfront juga dilakukan melalui e-katalog yang berada di LPSE Kalimantan Barat.
Bahkan dari gagalnya proyek pembangunan Waterfront di Kalimantan Barat tersebut tuai kontroversi hingga masyarakat merasa kecewa.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi