

inNalar.com – Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terdapat sebuah jembatan megah tapi sayangnya mangkrak.
Sebenarnya jembatan mangkrak di Purbalingga itu sedianya akan digunakan untuk melintasi warga antar desa di Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol.
Jembatan mangkrak di Purbalingga tersebut mempunyai bentuk yang cukup unik dengan dua lengkungan pada nagian atasnya.
Lengkungan-lengkungan besi yang ada di jembatan mangkrak tersebut menimbulkan ciri khas setiap kali dilewati oleh masyarakat.
Diambil dari berbagai sumber, jembatan tersebut bernama Jembatan Merah Purbalingga yang dibangun pada 2017.
Namun ternyata Jembatan Merah masih tidak bisa berfungsi maksimal karena kondisinya yang mangkrak.
Mangkraknya Jembatan Merah akibat kasus korupsi di era kepemimpinan Bupati Purbalingga, Tasdi.
Akibat kasus korupsi Jembatan Merah, negara dirugikan sebanyak Rp 15,3 miliar.
Jembatan sepanjang 130 meter itu kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.
Pasalnya, Jembatan Merah yang dibangun dengan anggaran Rp 28 miliar itu terpaksa mangkrak.
Masyarakat sekitar menyayangkan kondisi Jembatan Merah Purbalingga yang tidak bisa dilalui kendaraan besar.
Padahal jembatan tersebut bisa menjadi potensi wisata baru di daerah tersebut.
Jembatan yang menghubungkan Desa Pepedan dan Desa Tegalpingen itu melalui sungai Karang, Purbalingga.
Tapi belum lama ini sempat dilakukan uji beban oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan.
Hal itu dimaksudkan agar Jembatan Merah bisa digunakan dengan layak tanpa ada keraguan ketika melintasinya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi