Rugi Rp700 Miliar! Megaproyek di Bogor Ini Dananya Bengkak hingga Dikorupsi Akhirnya Mangkrak, Emang Boleh Sehancur Ini?

InNalar.com – Terdapat megaproyek yang dananya membengkak, alami kerugian, hingga terjadi korupsi, dan akhirnya mangkrak.

Megaproyek tersebut adalah stadion Hambalang yang berada di Bogor, Jawa Barat.

Digagas sejak tahun 2003 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), namun pada akhirnya hingga tahun ini proyek tersebut sudah ditinggalkan.

Baca Juga: 4 Pemain Bulutangkis yang Cetak Sejarah di Ranking BWF, Ada Wakil Indonesia!

Bagi yang terasa asing, Proyek Hambalang merupakan pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga (P3SON) di daerah Hambalang.

Berdasarkan sejarahnya, bangunan ini sebenarnya difungsikan bagi atlet-atlet muda dan remaja untuk menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga.

Target penyelesaian pada proyek ini pun juga sudah ada, karena direncanakan rampung pada tahun 2012.

Baca Juga: Beri Modal Rp2,52 Triliun, Emiten Milik Prajogo Pangestu Bantu Bayar Hutang Perusahaan Geothermal, Nilainya…

Akan tetapi, ternyata pada tahun 2009 tujuan dari bangunan ini diubah jadi pusat pelatihan bagi atlet-atlet agar bisa berlaga di ajang kompetisi dunia.

Karena terjadi perubahan tujuan, sebab itulah mega proyek di Bogor ini anggarannya sampai membengkak berkali-kali lipat.

Pada awalnya, anggaran yang diperlukan adalah Rp 125 miliar.

Baca Juga: Auto Kaya! Warga Semarang Terima Rp16 Miliar Usai Adanya PSN Jalan Tol, Total Ganti Rugi Disiapkan Rp399 Miliar?

Namun karena ada perubahan tujuan itu, membuat anggaran yang diperlukan jadi naik sebesar Rp 2,5 triliun.

Setelah dikerjakan, ternyata justru ditemukan berbagai masalah seperti perubahan desain, pembebasan lahan dan akhirnya terjadi korupsi.

Pasalnya, kasus tersebut telah terungkap pada tahun 2011 sehingga proyek ini harus dihentikan, yang hingga kini diketahui masih mangkrak.

Baca Juga: 50 Tahun Eksis, Emiten Tambang Migas dan Batu Bara Milik Bakrie Group Ini Sudah Lama Tak Bagi Dividen, Kenapa?

Padahal selama pembangunan dilakukan, diketahui sudah terdapat 22 gedung yang sudah berdiri.

Gedung tersebut seperti asrama, masjid, lapangan sepak bola, ekstrem sport, lapangan menembak, sport sains, panggung terbuka dan volly pasir.

Dengan kata lain sejak tahun 2011 pembangunan mega proyek ini mangkrak, sudah 12 tahun lamanya stadion hambalang ditinggalkan.

Baca Juga: Nilai Impor RI Tembus Rp304,75 Triliun, BPS Sebut Kenaikan Capai 4,89 Persen Dibanding Bulan Lalu, China Pemasok Terbanyak?

Bahkan karena lamanya pembangunan ini ditinggalkan, sampai para koruptor yang sudah dipenjara ada yang sudah keluar.

Sebenarnya pada tahun 2016 lalu sudah ada rencana untuk melanjutkan pembangunan pada proyek ini.

Kementerian PUPR telah menyatakan siap jika memang proyek Hambalang ini akan dilanjutkan, sebagaimana dikutip dari situs resminya.

Baca Juga: Pantas Aja TikTok Borong 75 Persen Sahamnya, GOTO Ternyata Punya Aset Segini, Capai Rp2 Triliun?

Dalam melanjutkan proyek stadion Hambalang ini, nantinya anggaran awal yang diperlukan yaitu sebanyak Rp 550 miliar.

Anggaran tersebut nantinya akan difungsikan untuk membangun 8 bangunan.

Selain dilanjutkan, bahkan terdapat rencana pula jika Hambalang ini akan difungsikan jadi tempat pendidikan keolahragaan.

Baca Juga: Keruk Cuan Rp1,41 Triliun, Bendungan di NTB Ini Bantu Dorong Provinsinya Jadi Lumbung Pangan Nasional, Panen Berapa Kali Setahun?

Terdapat 2 opsi yang rencananya nanti akan dilakukan dalam mengubah stadion Hambalang ini.

Opsi pertama adalah dijadikan sebagai perguruan tinggi ilmu keolahragaan, institut ilmu keolahragaan, ataupun jadi fakultas ilmu keolahragaan di bawah naungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Sementara itu opsi kedua yaitu difungsikan sebagai tempat pemusatan kepelatihan atlet-atlet senior ataupun junior jelang perlombaan multicabang olahraga.

Baca Juga: Pernah Cetak Rekor 410 Ribu Ons Emas, Raja Tambang di Tapanuli Selatan Sumatera Utara Ini Alami Kemerosotan Volume Penjualan hingga 32 Persen

Walau begitu, rencana seperti di atas ini telah digagas sejak tahun 2016, sedangkan hingga kini bangunan terbengkalai yang sudah mangkrak itu masihlah tetap ditinggalkan.

Sementara itu untuk kerugian yang dialami negara karena megaproyek di Jawa Barat ini mencapai Rp 706 miliar.

Jumlah kerugian tersebut didapat oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) pada audit investigasi pada tahun 2012 hingga 2013. ***

 

Rekomendasi