

InNalar.com – Jombang merupakan satu daerah di Indonesia yang akhir-akhir ini tengah dalam pekerjaan penggarapan jalan.
Ironinya, ternyata proyek yang berada di Jawa Timur itu kini justru rusak parah.
Bagaimana tidak, sebab saat pengecoran belum kering, para warga justru sudah menggunakan jalan tersebut untuk melintas.
Sebenarnya selama pengerjaan ini berlangsung sudah terdapat pembatas, rambu-rambu, hingga orang yang menjaga jalan.
Sayangnya saat kejadian ini terjadi, penjaga jalan tersebut tengah berada di lokasi lain.
Pasalnya, penjaga itu tengah mengawal truk molen yang tengah tiba di lokasi lain.
Kejadian ini terjadi pada hari Kamis yang lalu, tepatnya pada tanggal 26 Oktober 2023.
Diketahui pada hari itu proyek tersebut baru saja dilakukan pengecoran pada waktu sekitar Dhuzur.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 orang-orang justru menggunakan jalan tersebut untuk melintas.
Melansir dari akun X @heraloebss, kejadian ini berawal dari pengemudi becak yang tiba-tiba mengambil jalan yang baru dicor tersebut.
Perlu diperhatikan, orang-orang dapat melewati jalan yang baru dicor ini karena penjaga jalannya tengah berada di lokasi lain.
Menyadari hal itu, banyak para warga lain yang ikut melintas di jalan cor yang masih basah tersebut.
Bahkan yang mengikutinya pun cukup beragam, dari kendaraan roda dua, hingga hingga truk-truk besar pun juga melintas.
Karena itulah jalan cor yang masih basah sepanjang 50 meter ini jadi rusak parah.
Bahkan kerugiannya ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta.
Proyek jalan Mojoagung-Mojoduwur yang berada di Jawa Timur ini sendiri akan melakukan pengecoran jalan sepanjang 975 meter, yang memiliki lebar 7 meter.
Meski pengerjaannya dilakukan secara bertahap per lajur, namun proyek ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 3,8 miliar yang anggarannya bersumber dari dana APBD Jombang.***