

inNalar.com – Tol di ujung Sumatera yaitu jalan tol Sigli atau dikenal dengan nama Tol Sibanceh (Sigli Banda Aceh) ditargetkan akan selesai tahun ini.
Menurut data dari Komite Penyediaan Percepatan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Tol Sibanceh memiliki panjang mencapai 75 km dan nilai investasinya yang tidak sedikit yaitu Rp 12,944 Triliun.
Selain itu, Tol Sibanceh menjadi bagian dari Trans Sumatera dan dianggap sebagai jalan tol pertama di bumi serambi Mekah atau Aceh.
Lalu bagaimana progres pembangunannya?
Dilansir dari YouTube Toll Road Indonesia Pemerintah memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Sigli-Banda Aceh akan tuntas sepenuhnya bulan Desember 2023 dan mulai beroperasi pada awal tahun 2024.
Sebelumnya, pihak pelaksana telah menyelesaikan pembangunan konstruksi pada seksi 5 dan 6 yang berada di Blank Bintang menuju Baitussalam.
Seksi ini tinggal menunggu penetapan tarif dan sudah resmi beroperasi sejak Juni lalu secara gratis.
Pembukaan ini dilakukan setelah melalui Uji Laik Fungsi (ULF) yang dilakukan pada tanggal 6-7 Februari 2023.
Beberapa aspek yang diperhatikan meliputi keselamatan, manajemen lalu lintas, sarana jalan, bangunan pelengkap, operasi dan administrasi.
Sehingga, telah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada tanggal 14 April 2023. Dimana ini akan tersambung dengan seksi 2, 3 dan 4 dari Seulimeum hingga Blank Bintang yang lebih dulu sudah beroperasi.
Jadi, ruas jalan tol yang dapat digunakan sekitar 48,5 Km. Dimulai dari gerbang tol Baitussalam hingga Seulimeum.
Dengan rencana batas maksimal berkendara mencapai 100 Km/jam maka waktu tempuh Baitussalam-Seulimeum hanya berkisar 30 menit saja.
“Jalur tol yang dimulai dari Sigli ke Banda Aceh awalnya (sebelum ada tol) bisa hampir 3 jam, namun, sejak dibangunnya tol ini waktu tempuh menjadi lebih cepat cukup 1 jam saja,” tulis PUPR dalam kabar resminya.
Diketahui, tol ini terdiri dengan 6 seksi dari wilayah Padang hingga Baitussalam. Proses konstruksi ini tinggal menyelesaikan seksi 1 yang pekerjaan fisiknya telah mencapai 63%.
Sementara itu, Asisten 1 Sekda Aceh, Muhammad Jafar menegaskan pemerintah berkomitmen untuk membantu percepatan pengadaan tanah.
Sebab, adanya kebutuhan lahan tambahan yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek ini.
Nantinya, akan terhubung juga dengan tol Lhokseumawe-Sigli yang masih dalam tahap perencanaan oleh kementerian PUPR.
Proyek tol Sigli dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya sebagai badan usaha jalan tol dan PT. Adikarya Tbk selaku kontraktor.
Pembangunan tol ini bertujuan untuk memudahkan mobilitas masyarakat dalam waktu yang lebih cepat di wilayah tersebut.
Dengan adanya tol Sibanceh diharapkan juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan perkembangan wilayah di Aceh. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi