Rp9 Miliar Ludes Seketika! Jembatan Baru Termahal di Lumajang Ini Hancur Diterjang Lahar

inNalar.com – Selain dikenal sebagai kota pisang, Lumajang juga dikenal dengan lokasi tempat pendakian Gunung Semeru, salah satu gunung tertinggi nomor empat di Pulang Jawa. 

Pada bulan Desember 2021, Kabupaten Lumajang mengalami tragedi bencana alam dari erupsi Gunung Semeru. Dari bencana ini, sudah cukup menghancurkan beberapa properti warga sekitar seperti; rumah, jalan, tambang pasir, bahkan jembatan gantung yang dijuluki dengan Jembatan Perak Pronojiwo, Lumajang. 

Pemulihan akibat bencana ini memakan kurun waktu 2 tahun. Selama itu pula, kegiatan warga terganggu sehingga perlu perjuangan untuk menempuh jalur alternatif lain dari jembatan tersebut. 

Baca Juga: Menguji Andrenalin! Jembatan Simanja, Sumatera Utara ini Bikin Jantung Copot saat Melintas.

Desa Pronojiwo Lumajang ini berlokasi dekat kaki gunung serta diapit oleh jurang. Sehingga kerap kali terjadi bencana longsor. Sehingga akses menuju berbatasan Lumajang – Malang memang sangat terbatas. 

Namun pada beberapa Minggu yang lalu, Kabupaten Lumajang kembali terjadi sebuah bencana alam berupa banjir lahar dingin Gunung Semeru. 

Banjir ini menerjang beberapa lahan pemukiman warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana ini lagi-lagi menghancurkan beberapa properti warga. 

Baca Juga: Mengulik Fakta Unik Lampung, Nomor 2 Terjadi Peristiwa Vulkanik Paling Dahsyat Sedunia

Salah satu jembatan yaitu, jembatan penghubung antara perbatasan Lumajang-Malang. Padahal jembatan ini menjadi salah satu akses sehingga tidak ada jalan alternatif lain untuk melintas. 

Tak hanya jembatan ini saja. Banjir lahar dingin juga menerjang jembatan yang bahkan baru dibangun pada tahun 2021. 

Jembatan ini bernama Jembatan Gantung Kali Regoyo Memiliki panjang sekitar 198 meter dengan pondasi yang menggantung. 

Baca Juga: Wow! Ternyata Ada Deretan Pesantren Modern di Lumajang yang Cocok untuk Kalangan Remaja. 

Padahal, pembangunan Jembatan Gantung Kali Regoyo menelan biaya sebesar 9 miliar, dan kini telah putus akibat diterjal lahar dingin yang dahsyat. 

Ada beberapa fakta lagi tentang jembatan gantung yang berada di lokasi Sumberwuluh ini pembangunannya tak sampai 250 hari lho. 

Menurut video yang beredar saat kejadian banjir, jembatan ini bergoyang kencang akibat arus banjir lahar dingin. 

Warga sekitar juga mengatakan jika jembatan Gantung Kali Regoyo ini tidak rusak total tapi hanya terputus beberapa meter saja. 

Walaupun tidak ada kerusakan total, tetap saja hal ini mengganggu aktivitas dan kegiatan warga sekitar. Bahkan untuk menuju ke Malang bagian selatan harus putar balik lewat jalur Probolinggo – Pasuruan. 

Semoga ada pemulihan segera dari bencana lahar dingin Semeru ini. Sehingga aktivitas warga sekitar bisa pulih kembali. *** (Fildatul Hammi)

Rekomendasi