

inNalar.com– Pengungsi Rohingya sebagai kelompok yang telah lama menjadi perhatian dunia, mendapati diri mereka terjerat dalam kontroversi baru-baru ini.
Salah satu pengungsi Rohingya telah memberikan kesaksian dramatis tentang kelaparan dan kondisi sulit di perahu.
Bahkan pengungsi Rohingya yang bisa berbahasa Indonesia tersebut menyebutkan sudah 15 hari tanpa makanan diatas kapal.
Dilansir inNalar.com dari sebuah postingan TikTok dengan nama Barak Codan, Rabu, 6 Desember 2023, diketahui bahwa warga setempat menemukan beras di perahu mereka.
Bahkan jumlahnya kurang lebih dari 200 liter beras di perahu yang digunakan oleh pengungsi Rohingya.
Kesaksian mereka yang mengklaim tidak makan selama 15 hari di perahu tersebut menjadi perbincangan kontroversial.
Bahkan salah satu imigran tersebut menuturkan bahwa mereka telah membawa bekal akan tetapi sudah habis.
Warga setempat yang secara tidak sengaja menemukan stok beras dalam jumlah besar di perahu pengungsi Rohingya memberikan sorotan pada ketidaksesuaian antara kesaksian dan fakta.
Dalam kondisi kelaparan yang di dramatisir, keberadaan lebih dari 200 liter beras menjadi pertanyaan besar bagi banyak pihak.
Kontroversi ini dapat memiliki dampak besar terhadap persepsi publik terhadap krisis pengungsi Rohingya.
Masyarakat internasional yang awalnya bersimpati mungkin mulai meragukan kebenaran dari kesaksian yang diberikan.
Di dalam akun TikTok Barak Codam juga dituliskan bahwa mereka (Rohingya) datang ke Indonesia, karena hanya negara ini yang sangat mudah mereka bohongi.
Video yang diposting baru-baru ini itu mengundang banyak komentar dari netizen Indonesia.
Banyak netizen yang membandingkan apa yang diperoleh Rohingya dengan masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia diminta untuk membayar pajak sedangkan Rohingya dijamin hidupnya.
“rakyat miskin disuruh bayar pajak dan lain-lain, Rohingya ilegal difasilitasi dijamin hidup di Indonesia, pemerintah munafik perlu di demo seluruh Indonesia” ujar akun @ok**.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi