

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBPJN Kalimantan Timur kabarnya menerima usulan penanganan penurunan grade jalan.
Usulan tersebut informasinya diterima dari Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Diketahui, Pemkot Bontang meminta agar pemerintah melalui Kementerian PUPR sesegera mungkin menangani penurunan grade jalan nasional pada Jalan Letjen S.Parman.
Baca Juga: 4 Emiten Blue Chip Ini Makin Menarik Gara-gara Santa Claus Rally, Apa Saja?
Jika ditelusuri, lokasinya tepat berada di depan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Taman Husada, Kota Bontang.
Sebenarnya, usulan tersebut diterima sebab jalan yang dimaksud medannya sangat mengkhawatirkan dan rawan sekali terjadi kecelakaan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota berharap agar Pemerintah Pusat segera menangani masalah tersebut agar resiko kecelakaan lalu lintas di sana juga dapat terkendali.
Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Budiamin mengungkapkan bahwa usulan tersebut masih dalam proses DED.
Sehingga, setelah readinessnya nantinya sudah siap, pekerjaannya akan segera dimulai.
Ditargetkan pekerjaan pemangkasan jalan ini akan mulai dikerjakan pada tahun 2024 mendatang.
Seperti yang dilansir dari laman Antara, Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Reiza Setiawan mengatakan bahwa penanganan penurunan grade dengan memotong atau memangkas akan dilakukan di bagian badan jalan di sisi kanannya.
Tepatnya, yakni berada di badan jalan di sisi kanan dari arah Tugu Selamat Datang itu.
Rencananya, panjang pemangkasan sekitar 600 meter, sedangkan, ketebalannya sekitar kurang lebih 10 meter.
Konsep penanganan yang akan digunakan adalah dengan melakukan penggalian dan pemasangan secant pile sebagai penahan tanah di sisi jalan.
Anggaran yang perlu dikeluarkan terkait pemangkasan jalan tersebut adalah senilai Rp70 miliar.
Beberapa pihak memastikan bahwa proyek perbaikan dan pemangkasan jalan nasional di Kalimantan Timur tersebut akan segera direalisasikan.
Baca Juga: Rogoh Kocek Rp8,3 Triliun, Konglomerat Migas Indonesia Akuisisi 20 Persen Saham 2 Blok Migas di Oman
Demikianlah ulasan terkait pemangkasan jalan nasional di Kota Bontang yang rogoh kocek pemerintah senilai Rp70 miliar. ***