Rogoh Kocek Hingga Rp2,7 Triliun, Pembangunan Bendungan Raksasa di NTT Ini Molor, Alasannya…

inNalar.com – Kementerian Pupr tengah berupaya menyelesaikan beberapa pembangunan bendungan dan salah satunya berada di NTT.

Salah satu poryek bendungan yang kini masih dalam proses penyelesaian adalah Bendungan Temef.

Lokasinya berada di Konbaki, Kec. Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: SUN Energy Kolaborasi dengan Perusahaan Asal Jember Kembangkan PLTS Atap, Mampu Reduksi Emisi Karbon hingga 422 Ton Per Tahun

Pembangunannya dimulai sejak tahun 2018 dan melaui empat paket pengerjaan.

Paket satu dikerjakan Waskita Karya Kerja Sama Operasi (KSO) dan PT Bahagia Bangun Nusa.

Sementara itu, paket dua dan tiga dikerjakan PT Nindya Karya KSO PT Bina Nusa Lestari.

Paket empat dikerjakan oleh oleh PT Waskita Karya-Bahagia-Guntur, KSO meliputi pekerjaan bangunan pengelak, bendungan utama, hidromekanikal dan bangunan fasilitas.

Baca Juga: Jembatan Gantung Paling Ekstrem Sepanjang 30 Meter di Jogja Ini Jadi Wisata yang Paling Diburu Pencinta Adrenalin, Berani Coba?

Bendungan Temef memiliki kapasitas tampung sebesar 45,78 juta m3 akan mengairi irigasi seluas 4.500 hektar.

Proyek ini adalah solusi dari pemerintah pusat untuk mengatasi kekeringan di wilayah Pulau Timor.

Selain itu, bendungan ini diproyeksikan untuk mereduksi banjir 230 m3/dt dan menyediakan air baku dengan debit 0,13 m3/dt.

Baca Juga: Catatkan Penurunan Jumlah Keuntungan, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rampungkan Pabrik Pemurnian Emas pada Kuartal III 2023

Dilansir inNalar.com dari pu.go.id Waduk ini nantinya juga memiliki potensi listrik mencapai 1 megawatt.

Untuk merealisasikan bendungan Temef, pemerintah mengucurkan dana hingga Rp2,7 triliun.

Habiskan anggaran triliunan rupiah, pembangunan bendungan ini molor dan sempat tersendat.

Pembangunannya molor pada tahun 2021 silam karena adanya pekerja dan pegawai yang sempat terpapar covid-19.

Baca Juga: Laba Bersih UNTR Nyusut 3 Persen, United Tractors Masih Pede Lini Bisnis Batu Bara 2024 Makin Ngegas, Berani Patok Target Penjualan hingga…

Jadi semenjak varian Delta menyebar, banyak pekerja yang terpapar covid dan selama dua bulan pembangunan proyek ini tidak berjalan maksimal.

Selain itu, ada pula pekerjaan tambahan akibat badai siklon Seroja pada April 2021.***

Rekomendasi