

inNalar.com – Gus Iqdam, adalah pendakwah muda asal Blitar yang tengah ramai diperbincangkan oleh masyarakat.
Di usianya yang relatif masih sangat muda, Gus Iqdam memiliki banyak jama’ah dari berbagai daerah.
Slogan Gus Iqdam, ‘Dekengane Pusat’, membuat masyarakat lebih akrab dengan sosok pendakwah satu ini. Bahkan banyak yang menerima hidayah melaluinya.
Baca Juga: Lihat Tetangga Punya Banyak Mobil? Gus Iqdam: Gak Perlu Iri dan Dengki, yang Penting Tenang
Isi kajian yang disebut rock and roll tapi ringan, membuat Gus Iqdam lebih digemari masyarakat umum.
Pada suatu momen Gus Iqdam melakukan rutinan mengaji bersama para jama’ah di Blitar, ada seorang pemuda asal Temanggung yang hadir.
Kabarnya, pemuda asal Temanggung itu bukan orang Islam, melainkan pemeluk agama Kristen, namun telah menapatkan hidayah.
Baca Juga: Sepotong Surga di Mimika Papua, Mengenal Kuala Kencana Kota Modern Tersembunyi di Balik Rimbun Hutan
Dilansir dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun Manut Dawuhe Pusat, Gus Iqdam memanggil pemuda yang dapat hidayah tersebut.
“Yang dari Temanggung yang katanya mau syahadat tadi mana?,” tanya Gus Iqdam saat berceramah di Blitar.
Berkaos hitam dan mengenakan topi, pemuda asal Temanggung itu berjalan menghampiri Gus Iqdam melewati para jama’ah yang hadir.
Setelah bersalaman dengan Gus Iqdam, pemuda tersebut lantas bercerita, bagaimana ia bisa dapat hidayah hingga sampai di sana.
“Nama saya Robertus Setio Darsono, saya Kristen, dari Temanggung,” katanya.
Robertus bekerja sebagai PNS. Sebenarnya, ia tidak mendapat izin dari atasan, tapi ia tetap nekat pergi ke Blitar.
Ia mengaku rela menginap dan menunggu berhari-hari, asal itu mmebuatnya bisa bertemu dengan Gus Iqdam.
Heran dengan tekad kuatnya setelah dapat hidayah, Gus Iqdam bertanya-tanya, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada Robertus hingga nekat sampai ke Blitar.
“Anak saya sakit Gus, nah.. kemarin, saya bermimpi anak saya digendong njenengan,” katanya sambil menahan tangis.
Ungkapan tersebut membuat jama’ah bersama-sama menyebut nama Allah. Tak sedikit dari mereka terlihat menitikkan air mata.
Robertus mengungkapkan, sejak mimpi itu datang, keinginannya untuk bertemu gus Iqdam di Blitar tidak dapat terbendung lagi.
Sebelum dapat hidayah, ia merupakan pemabuk berat dan pecandu pil koplo ini merasa harus bertemu Gus Iqdam secepat mungkin ia bisa.
Seusai Robertus bercerita, Gus Iqdam menanyakan kesungguhan Robertus untuk memeluk agama Islam.
“Ya, pengen masuk Islam pak,” jawab Robertus dengan tegas.
Ribuan jama’ah yang hadir bertepuk tangan dan bersorak bahagia mendengar pernyataan tegas dari Robertus yang telah mendapatkan hidayah.
Gus Iqdam menghimbau, agar para jama’ah menyambut dan ikut membimbing Robertus yang hendak masuk Islam.
Akhirnya, dengan persaksian ribuan jama’ah di Blitar, Robertus ‘log in’ mengucapkan syahadat.***