Ricuh, Protes Massa Terhadap Penembakan Remaja di Prancis, Rumah Wali Kota Jadi Sasaran

inNalar.com – Rumah milik Wali Kota L’Haÿ-les-Roses, Vincent Jeanbrun, menjadi sasaran serangan protes massa yang memprotes penembakan seorang remaja 17 tahun hingga menyebabkannya tewas di Prancis.

Dalam kejadian itu, seorang anaknya juga terluka akibat protes massa tersebut.

Kerusuhan di prancis dan penyerangan terhadap keluarga Wali Kota sangat mencekam.

Baca Juga: Prabowo Subianto Blak-blakan Pengin Gandeng Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Sejak beberapa hari terakhir, Prancis dilanda oleh kerusuhan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Dalam situasi ini, rumah Wali Kota Vincent Jeanbrun menjadi sasaran penyerangan oleh massa yang menganggapnya bertanggung jawab atas penembakan remaja tersebut.

Jeanbrun menyebut penyerangan dari protes massa ini sebagai ‘upaya pembunuhan’ terhadap keluarganya.

Baca Juga: Bursa Transfer Musim Panas 2023 Kian Menarik Diikuti, 5 Pemain Ini Jadi yang Paling Dicari Sejauh Ini

Dia mengungkapkan bahwa ketika berada di Balai Kota selama tiga malam terakhir, mobil-mobil orang-orang menabrak rumahnya sebelum membakarnya.

Tempat di mana istrinya dan dua anaknya yang masih kecil sedang tidur.

Jeanbrun juga mengungkapkan bahwa saat berusaha melindungi anak-anak dan melarikan diri dari penyerang, istri dan salah satu anaknya mengalami luka.

Baca Juga: Inilah Profil Popo Barbie yang Ditangkap Polres Kerinci Usai Masturbasi Secara Live Streaming

Meskipun demikian, ia mengucapkan terima kasih kepada polisi dan layanan penyelamatan atas bantuan yang diberikan.

Sebelum terjadinya serangan ini, Prancis telah dilanda oleh gelombang protes setelah kematian seorang remaja bernama Nahel Merzouk.

Remaja keturunan Aljazair berusia 17 tahun tersebut ditembak oleh polisi di Nanterre.

Ibunya, Mounia, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi France 5, menyalahkan petugas yang menembak putranya atas kematian tersebut.

Kematian Nahel Merzouk menjadi pemicu terjadinya kerusuhan yang semakin meluas. Menurut Kementerian Dalam Negeri, dalam semalam sudah tercatat sekitar 700 orang ditahan di seluruh Prancis.

Selain itu, terdapat 45 polisi yang terluka dan 74 bangunan yang rusak, termasuk 26 kantor polisi. Selain itu, sebanyak 577 kendaraan juga dibakar dalam kerusuhan tersebut.***(Muhammad Tri Putra Agustino)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]