

inNalar.com – Ribuan orang tua di Kanada, baik Muslim maupun non-Muslim, telah melakukan protes terhadap konten seksual eksplisit dan ideologi gender radikal (LGBT) yang diajarkan di sekolah.
Para orang tua merasa khawatir bahwa pengajaran ini akan mempengaruhi nilai-nilai dan keyakinan agama anak-anak mereka.
Beberapa dewan sekolah di Kanada telah mengumumkan keputusan mereka bahwa orang tua tidak akan diberitahu jika anak mereka memutuskan untuk mengubah kata ganti mereka.
Keputusan ini memicu protes lebih lanjut dari para orang tua.
Para orang tua khawatir bahwa pengajaran LGBT di sekolah akan mempengaruhi nilai-nilai dan keyakinan agama anak-anak mereka.
Beberapa orang tua Muslim menganggap bahwa pengajaran ini bertentangan dengan ajaran Islam dan merusak moral anak-anak mereka.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at di Bulan Rabi’ul Awal, Bulan Kelahiran Sang Pembawa Rahmat
Para orang tua meminta agar mereka diberi tahu jika anak mereka memutuskan untuk mengubah kata ganti mereka.
Beberapa dewan sekolah telah mengumumkan keputusan mereka bahwa orang tua tidak akan diberitahu jika anak mereka memutuskan untuk mengubah gender mereka.
Keputusan ini memicu protes lebih lanjut dari para orang tua, yang merasa bahwa mereka harus memiliki hak untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anak-anak mereka di sekolah.
Para orang tua meminta agar pengajaran LGBT di sekolah dihapus atau setidaknya disesuaikan dengan nilai-nilai dan keyakinan agama mereka.
Para aktivis LGBT dan pendukungnya berpendapat bahwa pengajaran ini penting untuk mempromosikan kesetaraan dan keberagaman di sekolah.
Namun, para orang tua tetap mempertahankan pendapat mereka bahwa pengajaran ini tidak sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan agama mereka.
Baca Juga: Berselimut Asap Hitam, Kantor Bupati dan DPRD Pohuwato, Gorontalo Dibakar Demonstran
Protes ini menunjukkan bahwa masih ada perdebatan yang berlangsung tentang pengajaran LGBT di sekolah dan bagaimana hal itu mempengaruhi nilai-nilai dan keyakinan beragama.***