

inNalar.com – Saat ini Indonesia dalam ancaman polusi berat akibat kompleks-kompleks pabrik pemasok bahan-bahan baterai yang begitu penting di dunia.
Salah satu kawasan industri pemasok bahan-bahan baterai di Indonesia yang paling terbesar adalah Kawasan Industri Indonesia Morowali atau IMIP Sulawesi Tengah.
Kawasan ini merupakan pusat produksi nikel yang paling terkenal di Sulawesi Tengah, bahkan di mancanegara.
Luasnya tidak kira-kira, dilansir dari laman web imip.co.id, disebutkan bahwa luas area pertambangan nikel di Sulawesi Tengah tersebut sebesar 3.000 hektare.
Persisnya, letak dari kompleks industri nikel terbesar di dunia tersebut berada di Kecamatan Bahodapi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Desa Labota, yang dulunya jadi daerah nelayan, kini jadi ‘kota tercemar’ yang telah dimasukkan ke dalam kawasan industri nikel terbesar di dunia tersebut.
Kawasan industri nikel yang memiliki luas 3.000 hektare tersebut mempekerjakan ribuan orang untuk menjalankan aktivitas tambangnya.
Pekerjanya bukan hanya dari Indonesia saja, namun para pekerja juga didatangkan dari Tiongkok.
Ya, sebelumnya perlu diketahui bahwa Kawasan IMIP di Sulawesi Tengah merupakan patungan dari perusahaan tambang Indonesia dan Tiongkok.
Oleh karena itulah, pekerja yang didatangkan untuk memenuhi aktivitas pertambangan nikel di sana juga dari negara Tiongkok pula.
Tercatat pada tahun 2023, Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP menampung sebanyak 81.000 pekerja daerah dan asing.
Di kawasan industri nikel terbesar dunia tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas memadai, dari bandara hingga PLTA.
Namun apa gunanya fasilitas canggih jika kawasan industri nikel yang jadi pemasok bahan-bahan baterai tersebut malah jadi ladangnya polusi.
Dilansir dari laman web ISSN, disebutkan bahwa akibat polusi yang buruk, banyak pekerja di kawasan tersebut cedera.
Bahkan, akhir-akhir ini laporan mengenai tewasnya pekerja akibat polusi udara terus meningkat.
Sebenarnya beberapa pihak sudah banyak yang menyinggung terkait permasalahan tersebut, terutama diantaranya adalah Organisasi pekerja dan advokasi.
Disebutkan, dalam sebuah laporan menemukan bahwa sepuluh orang tewas per 2023 di industri nikel terbesar yang berlokasi di Sulawesi Tengah tersebut.***