

inNalar.com – Hingga saat ini, upaya Pemerintah Indonesia dalam mencegah ancaman krisis pangan terus dilakukan, bahkan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Telah diketahui bahwa Kalimantan Tengah merupakan wilayah di Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah.
Meskipun melimpah, sumber daya alam yang dihasilkan oleh Provinsi Kalimantan Tengah sebagain besarnya ini bukan dari hasil pangan seperti padi, maupun singkong.
Baca Juga: 9 Rahasia Kecantikan Song Hye Kyo, Si Ratu Drama Korea yang Cantik Bak ABG
Namun, kebanyakan hasil sumber daya alam di Kalimantan Tengah adalah kelapa sawit, karet, rotan, hingga tambang batu bara.
Meskipun begitu, bukan tidak mungkin jika di Kalimantan Tengah terdapat sawah padi yang tersebar di berbagai daerah.
Biasanya, masyarakat Kalimantan Tengah menanam padi gunung, yaitu dengan sistem tebas, bakar, dan tugal.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Indonesia mencanangkan proyek food estate di Kalimantan Tengah.
Pemerintah menggagas proyek food estate atau lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah dengan sistem padi sawah.
Permasalahannya, ternyata sebagian besar petani di Kalimantan Tengah tidak terbiasa dengan penanaman padi sawah.
Lebih parahnya lagi, dari pihak Pemerintah diketahui belum pernah memberikan pelatihan terhadap para petani di sana.
Dilansir dari laman web resmi walhikalteng.org, disebutkan bahwa total lahan yang dibabat guna proyek food estate tersebut berkisar 165.000 hektare.
Pemaksaan perubahan pola tanam dua kali menjadi tiga kali dalam setahun menjadi salah satu penyebab proyek di Kalimantan Tengah tersebut berakhir gagal.
Bagaimana tidak, jika awalnya para petani hanya menggunakan pola tanam dua kali dalam setahun, harus dipaksa dengan pola baru yang tidak semestinya bisa digunakan.
Dari sumber yang sama, disebutkan bahwa WALHI Kalimantan Tengah juga menemukan implementasi kegiatan skema ekstensifikasi di banyak lokasi yang tidak berjalan maksimal.
Banyak lahan di Kalimantan Tengah yang ditanami singkong harus berakhir gagal, begitupula dengan padi.
Berdasarkan pantauan WALHI Kalimantan Tengah, proyek food estate yang diprogramkan oleh pemerintah tersebut malah menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang hebat.
Selain itu, proyek yang dinilai gagal tersebut juga malah memicu adanya kemiskinan petani lokal yang alami gagal panen berkali-kali.
Diharapkan, pemerintah segera menindaklanjuti proyek tersebut atau menghentikan progam food estate di Kalimantan Tengah ini.
Dengan begitu, pemerintah juga diharapkan dapat mengembalikan konsisi semula lahan-lahan yang telah dibabat di Kalimantan Tengah tadi.
Lokasi dari proyek food estate tersebut ternyata berada di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi