

inNalar.com – Pondok pesantren Al-Zaytun akhir-akhir ini sedang menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, pondok pesantren Al-Zaytun yang sudah berdiri sejak tahun 1999 itu ternyata mengajarkan aliran sesat agama Islam.
Masyarakat pun menyayangkan tindakan dari pemerintah dan aparat kepolisian yang seolah-olah membiarkan aktivitas pondok pesantren Al-Zaytun.
Baca Juga: Administrasi di Ponpes Al Zaytun Wajib Pakai Dolar, Panji Gumilang Diduga Raup Keuntungan Fantastis
Pondok pesantren yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini dipimpin oleh Panji Gumilang.
Masih berjalannya aktivitas ponpes Al-Zaytun diduga karena dilindungi oleh pihak istana dan beberapa pejabat.
Namun tuduhan tersebut sudah dibantah oleh Presiden Joko Widodo dan langsung memerintahkan beberapa menteri untuk turun tangan.
Bahkan yang terbaru, data pribadi para guru di ponpes Al-Zaytun diduga dibocorkan oleh seseorang.
Dari beberapa informasi yang didapat inNalar.com, data tersebut mencakup nama lengkap, NIK, NUPTK, NIP, jenis kelamin, tempat lahir.
Tanggal lahir, nomor HP, email pribadi, email akun madrasah digital, password awal, tugas, mata pelajaran, penempatan, dan total jam tugas mengajar.
Baca Juga: Spesial Idul Adha: Resep Iga Bakar Kecap,Lembut, Gurih Dan Tidak Bau, Yuk Simak Informasi Detailnya
Sedikitnya ada puluhan data guru di ponpes Al-Zaytun yang bocor. Ada beberapa yang sudah PNS, ada pula yang statusnya masih non PNS.
Jika dilihat dari data tersebut, terdapat 36 pengajar perempuan dan 37 pengajar laki-laki.
Rata-rata mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Sukabumi, dan daerah lain.
Parahnya, nomor HP masing-masing pengajar juga tercantum dalam data yang bocor tersebut.
Termasuk password yang diduga untuk login ke akun Madrasah Digital juga dicantumkan dalam lembaran data yang bocor.
Kebocoran data tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.***(Faisal)