

inNalar.com – Gus Baha membahas persoalan rezeki dalam salah satu sesi ceramahnya. Hal ini karena persoalan tersebut sangat berkaitan erat dengan kebutuhan manusia siapapun itu tanpa terkecuali.
Gus Baha memandang bahwa kebanyakan manusia seringkali merasa khawatir dan cemas tentang urusan rezeki yang sebenarnya telah Allah gariskan bagi mereka.
Menurut KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, pada hakikatnya rezeki adalah hak mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Bak Surga Milik Sendiri, Gus Baha Sebut Sosok Seperti Ini Paling Beruntung di Dunia dan Akhirat
Oleh karena itu, Gus Baha mengingatkan kita sebagai umat Islam untuk tidak perlu mengkawatirkan perihal rezeki, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.”
“Kalian tidak usah khawatir masalah rezeki, karena Allah tidak bakal bangkrut,” terang Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengutip hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tangan Allah senantiasa penuh dan tidak akan berhenti untuk memberikan rezeki, baik di saat siang maupun malam.”
Baca Juga: Gus Baha Sebut Berdoa ke Allah SWT Tak Melulu Harus Serius, Asalkan Lakukan Hal Ini Dijamin Terkabul
“Tidak kah kalian melihat betapa banyaknya Allah subhanahu wa ta’ala telah turunkan rezeki sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Namun, tangan-Nya tidak pernah kosong.”
Gus Baha menyajikan hadits di atas untuk menunjukkan kepada umat Islam bahwa Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan rezeki kepada hamba-Nya dan tidak akan pernah menghentikan pemberian-Nya.
Akan tetapi, bukan berarti kita sebagai umat Islam tidak perlu berikhtiar sebab rezeki telah dijamin oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Tak Hanya Sholat dan Ngaji! Gus Baha Akhirnya Ungkap Amalan Rahasia Malam Lailatul Qadar, Ini Keistimewaannya
Sebagai muslim yang baik, hendaknya kita tetap mengusahakan rezeki yang halal. Artinya, carilah penghidupan yang berasal dari hal-hal yang baik dan benar.
Gus Baha mempermudah penjelasannya dengan menjelaskan makna Ikhtiar dalam mencari rezeki yang baik dan benar.
Menurut Gus Baha, rezeki yang baik dan benar bisa dalam bentuk saling menghormati hak milik satu sama lain, yaitu dengan menghindari tindakan mencuri, merampok, dan korupsi.
Selain itu, Gus Baha melanjutkan, sebagai umat Islam sebaiknya tidak saling memaksakan kehendak dan selalu bersyukur atas pemberian Allah subhanahu wa ta’ala.
Di samping itu pula, kita sebagai umat Islam yang senantiasa meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala perlu berserah diri dan berprasangka baik kepada-Nya agar hidup kita pun menjadi bahagia dan tenang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi