

inNalar.com – PT Sumber Mineral Abadi atau SMGA pertama kali didirikan pada tahun 2016.
Dilansir inNalar.com dari smgagroup, kegiatan usaha perusahaan ini meliputi, perdagangan logam dan bijih, perdagangan pasir dan nikel, perdagangan besar semen, kapur, pasir, batu, perdagangan besar bahan bakar padat cair dan gas serta produk-produknya.
Saham emiten PT Sumber Mineral Abadi Tbk atau SMGA telah dibuka dan hampir menyentuh auto rejection atas.
Saham PT Sumber Mineral Abadi Tbk melesat 34,29 persen ke posisi Rp141 di hari pertamanya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Awalnya, SMGA melantai di Bursa Efek Indonesia dengan harga IPOnya sebesar Rp105 per saham.
Tercatat sebanyak 88,74 juta saham telah ditransaksikan dalam 4.066 kali transaksi dengan total nilai Rp12,95 miliar.
Selain itu, kapitalisasi pasar korporasi ini juga tercatat mencapai Rp1,23 triliun.
SMGA melepas maksimal 20 persen sahamnya ke publik atau sebanyak Rp1,75 miliar saham baru.
Hal tersebut membuat perusahaan ini berhasil memperoleh dana segar sebanyak Rp183,75 miliar.
Baca Juga: Kolaborasi Petani dan Swasta di Banyuasin Tuai Sukses
Dana IPO nantinya digunakan untuk modal kerja pengadaan batu bara dan nikel.
Tak hanya itu, PT Sumber Mineral Abadi Tbk juga melakukan pembayaran terhadap pemasok nikel dan batu bara.
Setelah IPO, perusahaan ini memasang target optimis yakni meraih pendapatan menembus Rp1 triliun tahun ini.
Baca Juga: Shopee Super Awards 2023 Digelar: Ada 33 Kategori, Inspirasi Serta Apresiasi pada Pihak di Ekosistem
Angka tersebut naik tiga kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Selain itu, laba bersih SMGA tahun ini diperkirakan mencapai 10 persen dari total pendapatan.
Meski harga nikel saat ini cenderung menurun, tetapi masih relatif menguntungkan jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
Diketahui bahwa harga nikel London Metal Exchange saat ini berada di harga 15.000 USD per ton.
Nantinya, kinerja perusahaan ini juga ditopang oleh potensi kenaikan volume penjualan.***