

InNalar.com – Penetapan Gibran sebagai Bakal calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto melengkapi perhelatan politik Pilpres di tahun 2024 nanti.
Prabowo Subianto sendiri mengumumkan Bakal cawapres di kediamannya, jalan Kertanegara pada 22 Oktober 2023 kemarin.
Keputusan tersebut dibuat secara final dan konsensus bersama partai koaliasi yang mengusung Prabowo menjadi Capres.
Sebelumnya, Gibran sendiri sudah menemui beberapa ketua partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Seperti, Yusril Ihza Mahendra, Zulkifli Hasan, Agus Harimurti.
Bahkan, Gibran juga datang dalam acara Rapimnas Golkar 21 Oktober kemarin, bertemu dengan Airlangga Hartanto dan politisi lainnya.
Pilpres 2024 mendatang, sementara terdiri dari tiga gerbong koalisasi. Pilpres 2024 mendatang, sementara terdiri dari tiga gerbong koalisasi.
Baca Juga: Hampir Selesai, Proyek Jalan Tol di Sulawesi Utara Ini Malah Dihadang Warga, Lokasinya Ada di….
Koalisi yang mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, koalisi yang mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Koalisi yang mengusung Prabowo-Gibran.
Berdasarkan berbagai rekam jejak di media online, terpilihnya Gibran sebagai pasangan Prabowo melewati berbagai proses perjuangan dalam dunia pemerintahan.
1. Terpilih Jadi Walikota Solo
Pada PILKADA serentak tahun 2020, Gibran berpasangan dengan Teguh Prakosa. Keduanya diusung oleh sederet partai besar, Yaitu PDI-P, Golkar, Gerindra, PAN, PSI, PKB, NasDem, Perindo dan PPP.
Pasangan ini hampir saja menjadi calon tunggal di Pilkada Solo 2020.
Namun mendekati berakhirnya masa pendaftaran, muncul penantang yaitu Bagyo Wahyono dan FX Suparjo (Bajo) yang mendaftarkan diri ke KPU Solo.
Bagyo Wahyono pada saat itu berlatar belakang sebagai seorang penjahit dan ketua RW membuat perjuangan Gibran-Teguh terbilang mudah.
Keduanya berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan suara 225.451 atau 86,53%, sementara paslon Bajo memperoleh suara 35.055 atau 13,45%.
Gibran-Teguh pada akhirnya dilantik pada 26 Februari 2021 dan langsung tancap gas membuat perubahan di daerah tersebut.
2. Prestasi selama menjabat Walikota Solo
Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh Gibran. Pada tahun 2021, Pemkot Solo berhasil mendapatkan penghargaan pembangunan daerah 2021 dengan kategori kota terbai II, tepat di bawah Pemkot Semarang.
Maka tidak mengehranka, apabila belum satu tahun masa jabatan, Gibran dinobatkan sebagai Wali Kota terpopuler menurut Indonesia Indicator.
Pada tahun 2022, Pemkot Solo di bawah kepemimpinan Gibran berhasil merevitalisasi Pasar Legi, kemudian menjadikan Taman Balekambang sebagai destinasi wisata yang menawan dan populer, membangun Masjid Syeikh Zayed (mesjid termegah di Solo).
Tahun 2023, Pemkot Surakarta juga mendapat penganugerahan sertifikat adipura ketegori kota besar dari kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan.
Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga berhasil diraih Pemkot Solo.
3. Pertemuan dengan Prabowo
Berdasarkan analisis di media sosial, Gibran beberapa kali terlihat bertemu dengan Prabowo.
Pada 18 Juni 2022, Gibran berkunjung ke kediaman menteri pertahanan, Prabowo Subianto di bukit Hambalang.
Pada 24 Januari 2023, Prabowo mendatangi Gibran di Loji Gandrung Solo dan menyatakan dukungan kepada Gibran untuk maju dalam pemilihan Gubernur 2024.
Pada 19 Mei 2023, relawan Jokowi-Gibran menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra sebagai calon presiden.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh Prabowo Subianto dan didampingi oleh Gibran. Hasil dari deklarasi tersebut membuat Gibran dipanggil oleh DPP PDI-P pada pada 22 Mei 2023.
4. Bersaing dengan Tokoh Hebat untuk jadi Cawapres
Mulanya nama Gibran bukan satu-satunya yang diusulkan menjadi cawapres di dalam koalisi tersebut.
Sebelumnya,PAN mengusung Erik Thohir, Golkar mengusung Airlangga Hartarto dan PKB mengusung Muhaimin Iskandar, dan nama lainnya seperti Mahfud MD, Khofifah, Yusril, Ridwan Kamil dan lain sebagainya
Meski pada akhirnya PKB keluar dari koalisi dan memilih menjadi cawapres dari Anies Baswedan, dan Mahfud MD melabuhkan pilihan mendampingi Ganjar Pranowo.
5. Mendapat Komentar dari Politikus PDIP
Isu Gibran menjadi bakal cawapres terus menjadi perbincangan, termasuk di kalangan PDIP.
Politikus PDIP Aria Bima turut mengomentari isu tersebut. Bahkan, ia mengingatkan Gibran untuk tidak maju menjadi cawapres karena berpotensi merusak nama Jokowi yang sudah dibangun selama berkarir di politik.
5. Terseret Isu Politik Dinasti
Keputusan MK terkait gugatan Mahasiswa Surakarta. Hasilnya, Capres maupun Cawapres berusia minimal 40 tahun, atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu termasuk pemilihan kepala daerah.
Keputusan MK ini membuka peluang bagi Gibran untuk ikut memeriahkan kontestasi pilpres 2024.
Isu politik dinasti sendiri, karena Joko Widodo selaku ayah Gibran masih menduduki jabatan presidesn, dan Katua MK merupakan paman dari Gibran.
7. Diusung Golkar untuk jadi Cawapres
Pada Rapimnas Golkar 21 Oktober kemarin, parta berlambang pohon beringin itu resmi mengusung Gibran menjadi bakal cawapres prabowo.
Di sisi lain, Gibran yang masih menjabat walikota Solo itu masih menjadi kader PDIP, yang notabene PDIP sudah menetapkan bakal Capres dan Cawapresnya.
8. Deklarasi Prabowo Gibran
Setelah berbagai perjuangan yang dilakukan Gibran, dan berbagai isu politik yang menyeretanya.
Prabowo bersama Koalisi Perubahan telah sah mendeklarasikan Gibran sebagai bakal Cawapresnya untuk Pilpres 2024.
Pernyataan ini disampaikan langsung Prabowo melalui konfrensi persnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi