

inNalar.com – Mahfud MD resmi ditunjuk menjadi calon wakil presiden atau cawapres oleh Megawati selaku Ketua Umum PDI Perjuangan.
Mahfud MD maju mendampingi capres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.
Melansir dari akun YouTube KISAH, ternyata masa kecil Mahfud MD terbilang penuh perjuangan.
Ia bahkan sempat “nyeker” atau tidak pakai alas kaki ke sekolah.
Bakal cawapres ini sendiri lahir pada tanggal 13 Mei 1957 dari pasangan Mahmudin dan Siti Khodijah.
Pada masa kecilnya, ayahnya merupakan seorang PNS di Kecamatan Omben, Sampang, Madura.
Baca Juga: Ambis Banget, Mahfud MD Dulu Kuliah di UII dan UGM Sekaligus hingga Kantongi Banyak Beasiswa
Ketika berusia 2 bulan, keluarganya berpindah menuju Desa Waru, Pamekasan, Madura.
Saat ini ia dikenal sebagai orang yang cukup mahir di bidang akademisi hakim dan politisi tanah air.
Yakni dengan jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang telah menjabat sejak 23 Oktober 2019 lalu.
Dibalik kesuksesannya tersebut, Mahfud MD adalah sosok yang dahulunya tidak hidup dengan penuh kemewahan.
Akan tetapi, ia tinggal di sebuah desa yang cukup kecil. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan untuk kegiatan keagamaan.
Hasilnya, sebelum masuk ke Sekolah Dasar atau SD ia sudah lancar mengaji.
Pada umur 9 tahun, ia menimba ilmu di beberapa lokasi. Mulai dari madrasah, pondok pesantren hingga sekolah dasar negeri.
Pada waktu pagi hari, Mahfud MD belajar di SD kemudian di waktu sore harinya ia belajar di madrasah, lalu malam harinya di pondok pesantren.
Masa kecilnya terbilang penuh dengan aktivitas keagamaan. Hal ini karena permintaan dari orang tuanya langsung.
Orang tuanya bahkan sempat menginginkannya untuk menjadi seorang guru agama.
Pasalnya, pada masa itu menjadi guru agama tercatat sebagai orang-orang yang hebat.
Dengan aktivitas sehari-hari yang cukup padat, masa kecil cawapres Ganjar Pranowo ini pun cukup sulit mencari waktu tidur.
Hanya saja, ia tidak menjadikan hal ini sebagai beban. Ia justru merasa senang dengan padatnya aktivitas tersebut.
Mahfud MD menjalani masa SD-nya pada tahun 1966 sampai dengan 1971.
Ternyata, selama masuk di sekolah dasar ia bahkan tidak pernah mengenakan sepatu (nyeker).
Tentu perjuangan selama masa-masa penuh perjuangan tersebut tidak terbuang sia-sia.
Terbukti saat masuk ke SMA hingga Perguruan Tinggi, ia mulai mendapatkan beasiswa. Termasuk ketika kuliah S1, S2, dan S3.***