

inNalar.com – Pabrik teh yang berdiri sejak 56 tahun lalu di Gunung Putri Bogor Jawa Barat akhirnya resmi berstatus pailit.
Hal tersebut tentu saja tidak serta merta begitu saja, pabrik teh yang didirikan oleh Johan Alexander Supit di Jawa Barat tersebut mengalami krisis keuangan di ambang kepailitannya..
Sebelumnya, pada tahun 1973 pabrik teh yang berkantor di Jawa Barat tersebut memperkenalkan inovasinya kepada komoditas teh di Indonesia.
Bukan hanya di Indonesia, pabrik teh tersebut juga mulai mengekspor produk-produknya ke berbagai belahan dunia.
Tidak tanggung-tanggung, pabrik teh terbesar di Jawa Barat tersebut, akhirnya membuat kontrak kerja yang sama dengan perusahaan besar milik Belanda.
Perusahaan besar atau raksasa global milik Belanda yang dimaksud adalah perusahaan populer Unilever.
Pabrik yang berkantor di Jawa Barat tersebut membuat kesepakatan kepada pihak Unilever yang akan bertindak sebagai distributor dan mengakuisi produk tehnya ke dalam perusahaannya.
Meskipun demikian, pabrik yang memproduksi teh terbesar di Indonesia tersebut tetap mencapai masa kegemilangan.
Tercatat, penjualan pabrik tersebut pernah menyentuh 46.000 ton teh celup per tahun-nya.
Namun, dibalik kegemilangan, tidak ada jaminan bahwa pabrik teh tersebut akan terus-menerus berada di masa kejayaan.
Pada tahun 2018 lalu, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan bahwa pabrik teh yang berkantor di Bogor Jawa Barat tersebut dinyatakan pailit.
Hal tersebut disebabkan, pabrik teh di Jawa Barat salah mentransmisikan modalnya untuk pembuatan sistem drainase untuk irigasi udara.
Namun, hasil yang diharapkan oleh perusahaan tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh.
Selain hal tersebut, penyebab pailitnya pabrik teh di Jawa Barat tersebut juga disebabkan oleh kondisi krisis keuangan perusahaan yang semakain terpuruk.
Meski begitu, hasil produksi dari perusahaan yang berkantor di Bogor Jawa Barat tersebut masih dapat dinikmati hingga sekarang.
Karena, Unilever yang menjadi tangan kedua dari pabrik teh tersebut akhirnya mengambil alih pengoperasian pabrik tersebut.
Pabrik teh di Jawa Barat yang akhirnya pailit tersebut adalah PT Badan Perkebunan Pertanian Sariwangi.***