Rektor dan Forum Dosen SBM ITB Terlibat Konflik, Mahasiswa Kena Imbasnya


inNalar.com
– Rektor dan forum dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) terlibat konflik. Hal ini diketahui setelah forum dosen menyampaikan kepada mahasiswa untuk belajar sendiri sejak Selasa, 8 Maret 2022.

Perwakilan forum dosen juga menghentikan penerimaan mahasiswa baru SBM ITB hingga masalah ini dapat diatasi.

Konflik SBM ITB ini pada dasarnya bermula sejak 2021 ketika kalangan dosen menilai Rektor ITB  Reini Djuhraeni Wirahadikusumah mencabut hak swakelola SBM ITB lewat surat Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Muhamad Abduh Nomor 1627/IT1.B06/KU.02/2021.

Baca Juga: BTS Janji Seperti Ini ke Fans di Hari Pertama Konser ‘Permission to Dance ON STAGE: Seoul’

Penolakan dosen lewat petisi pada November 2021, kemudian dibalas oleh Peraturan Rektor 1162/IT1.A/PER/2021 yang menguatkan surat dari wakil rektor itu. Menurut forum dosen, surat dari wakil rektor ITB itu artinya membatalkan Peraturan Rektor sebelumnya.

Peraturan sebelumnya bernomor 016/PER/I1.A/KU/2015. Sesuai pasal 2 ayat 3 pada peraturan itu, SBM bisa mengembangkan sistem manajemen mandiri atau swadana dan swakelola sejak didirikan pada 2003.

Konflik ini makin memanas ketika jajaran dekanat SBM ITB mengajukan surat pengunduran diri kepada rektor ITB pada hari Rabu, 2 Maret 2022, yang terdiri dari Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro, Wakil Dekan Bidang Akademik Aurik Gustomo dan Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Reza A Nasution.

Baca Juga: Bikin Makin Haus! 5 Minuman Ini Wajib Dihindari Ketika Puasa Ramadhan

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik terkait pencabutan hak swakelola SBM ITB, termasuk pertemuan antara Forum Dosen SBM ITB dengan Rektor dan para wakil Rektor pada 4 Maret 2022.

Menurut perwakilan forum dosen SBM ITB, Achmad Gazali, Rektor sedang membuat sistem terintegrasi yang seragam dan berlaku bagi semua fakultas atau sekolah di ITB. Peraturan baru ini menguatkan posisi Rektor sebagai penguasa tunggal.

Pihaknya pun menuntut kepada Rektor untuk mengembalikan azas swakelola dan pengkajian ulang atas peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan oleh Rektor.

Baca Juga: Tidak Hanya untuk Hiburan, Film Bollywood Pernah jadi Alat Diplomasi Kala Konflik India Pakistan Memanas

Saat ini, mahasiswa maupun calon mahasiswa SBM ITB berharap cemas dengan apa yang akan terjadi selanjutnya***

Rekomendasi