Reaksi China Usai Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata, Siap Ikut Ambil Alih Perang?

InNalar.com – China akhirnya ikut buka suara terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Sebagaimana diketahui Israel dan Hamas telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama beberapa hari

Kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas bisa berjalan setelah dibantu mediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga: PNS di Kemenkes Harus Waspada! Tunjangan Kinerja Hanya Bisa Diterima Utuh Jika Pegawai Perhatikan Aturan Ini

Hal ini bisa berjalan setelah kedua belah pihak menyetujui masing-masing persyaratan.

Salah satunya ialah kedua kubu harus membebaskan sejumlah sandera yang telah ditahan.

Selain itu kelompok militan Palestina juga meminta agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza.

Baca Juga: PNS Siap-Siap! 15 Instansi Ini Akan Uji Coba Gunakan Skema Gaji Single Salary, Pendapatan Tertinggi Rp12 Juta?

Kesepakatan yang disetujui pun disambut baik oleh dunia termasuk China.

China yang merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi maupun militer pun akhirnya buka suara.

Melansir dari Anadolu, hal ini diungkapkan oleh Wang Wenbin selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China.

Baca Juga: S1 Bisa Daftar! Pranata Komputer dan Keuangan APBN Kemenkes Raup Tunjangan Kinerja Minimal Rp3,1 Juta untuk Kelas…

Ia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut patut disambut positif oleh dunia.

Menurutnya langkah-langkah kecil tersebut masih layak mendapatkan dukungan positif.

Selain itu dirinya menambahkan bahwa melindungi masyarakat sipil menjadi prioritas utama apapun kondisinya.

Di sisi lain, Wang Yi selaku Menteri Luar Negeri China mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen siap mengambil tindakan nyata mengenai perang Israel-Palestina.

Selain itu China siap memberikan kontribusi yang semestinya soal masalah perang tersebut.

Sekadar informasi, selama tiga hari gencatan senjata, Hamas telah membebaskan 40 warga Israel dan 18 warga asing.

Sedangkan Israel telah membebaskan 117 warga Palestina dan kemungkinan akan terus bertambah jika diperpanjang.

Sementara itu sejauh ini sudah ada 14.854 warga Palestina tewas, termasuk 5.610 anak-anak dan lebih dari 4.000 korban jiwa adalah wanita.

Sedangkan korban tewas resmi di Israel mencapai 1.200 orang sejak perang yang berlangsung pada 7 Oktober 2023. ***

Rekomendasi