

inNalar.com – Apabila kita sering melihat menara telekomunikasi di berbagai sudut wilayah di Indonesia, bisa jadi tower tersebut adalah milik anak Perusahaan Telkom, kok bisa?
Tahukah bahwa salah satu anak bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah berhasil menjadi perusahaan terbesar di Asia Tenggara.
Hal tersebut diukur dari adanya pencapaian anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini yang berhasil duduki peringkat ke-12 terbesar di dunia berkat sebaran menara telekomunikasi hingga pelosok pulau negeri kita.
Rajanya tower di Asia ini bernama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau yang lebih akrab disebut dengan Mitratel (MTEL).
Mitratel merupakan anak dari perusahaan Telkom Indonesia yang bergerak di industri penyediaan infrastruktur telekomunikasi alias bisnis menara, setidaknya tercatat sejak tahun 2008.
Hingga kini, Mitratel sendiri sudah berhasil menyebar 37.091 tower yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, bahkan hingga ke pelosok Papua.
Anak Perusahaan Telkom Indonesia ini berhasil menarik perhatian para analis bisnis, karena keberhasilannya membangun 481 menara baru dalam kurun waktu 9 bulan pertama di tahun 2023.
Selain itu, Mitratel juga tercatat berhasil menambah sebaran 1.192 tower berkat sistem akuisisi.
Sebaran menaranya di seluruh penjuru Indonesia ini memang sangat layak membuat perusahaan menara telekomunikasi ini disebut sebagai rajanya tower di Asia.
Melansir dari laman Mitratel, persebaran tower di Pulau Jawa menyebar hingga 15.505 menara, dengan sebaran terbanyak ada di Jabodetabek, diikuti dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Justru sebaran tower di luar Pulau Jawa lebih banyak, antara lain rincian persebarannya sebagai berikut.
Menara telekomunikasi terbanyak tersebar di Sumatera Utara, yakni sebanyak 3.745 tower, diikuti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, hingga Jambi.
Selanjutnya, anak perusahaan Telkom ini juga sebar 3.550 tower telekomunikasi di Kalimantan, 3.403 tower di Sulawesi.
Sementara jumlah sebaran paling sedikit ada di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 2.511 tower, dan 1.630 lainnya ada di Maluku dan Papua.
Dengan demikian, dapat dikatakan 58 persen dari total sebaran menara Mitratel adanya di luar Pulau Jawa.
Upaya ambisius dalam menambah jumlah menara telekomunikasi di Indonesia ini rupanya membawa kinerja anak perusahaan Telkom ini sukses meraup laba hingga Rp6,3 triliun di kuartal III 2023.
Peningkatan laba bersih yang menembus hingga 11,9 persen inilah yang membuat perusahaan ini kian membuat global memperhitungkan prospektif bisnis ini.***