

inNalar.com – Bendungan ketiga di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah diresmikan oleh Jokowi pada 14 Januari 2022 silam.
Bendungan Bintang Bano, itulah namanya. Bendungan tersebut menjadi yang paling besar di antara bendungan lainnya.
Sebelumnya, Jokowi telah meresmikan 2 bendungan lain, yaitu Bendungan Tanju dan Bendungan Mila.
Bintang Bano sendiri memiliki luas genangan yang mencapai 256 hektar dan daya tampung hingga 76 juta meter kubik.
Tentunya untuk membangun waduk yang sangat besar di Kabupaten Sumbawa Barat ini membutuhkan anggaran yang besar.
Melansir dari laman resmi Kementerian PUPR RI, total anggaran untuk proyek pembangunan waduk ketiga di NTB ini mencapai Rp 1,44 triliun.
Kehadiran Bintang Bano akan mampu membantu ketersediaan air dan pangan di NTB, khususnya Sumbawa Barat.
Waduk senilai Rp 1,44 triliun ini diketahui mampu mengairi lahan pertanian hingga 6.700 ha, dimana sebelumnya 4.200 ha merupakan tadah hujan.
Selain 3 bendungan yang telah diresmikan, pembangunan masih terus dilanjutkan oleh Menteri PUPR di wilayah NTB.
Diketahui masih ada 3 bendungan lagi yang akan ada di Nusa Tenggara Barat, yaitu Beringin Sila, Meninting, dan Tiu Suntuk.
Bendungan terbesar di Nusa Tenggara Barat hingga saat ini dimenangkan oleh Bintang Bano dengan kapasitas 76 juta meter kubik.
Waduk multifungsi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air dan pangan, namun juga dapat memenuhi kebutuhan air baku.
Bendungan Bintang Bano senilai Rp 1,44 triliun mampu memenuhi kebutuhan air baku untuk 7 kecamatan yang ada di Sumbawa Barat.
Air baku yang mampu dikeluarkan oleh waduk di Sumbawa Barat ini kapasitasnya mencapai 550 liter/detik.
Tidak hanya itu, dibangunnya bendungan Bintang Bano diharapkan mampu meningkatkan potensi pariwisata di Sumbawa Barat, NTB.***