

inNalar.com – Hunza adalah nama sebuah lembah yang sebagai surga dunia dengan penduduk penuh kesederhaan.
Menurut informasi dari GlobeRovers Lembah Hunza dibagi menjadi 3 yaitu Bawah, Tengah dan Atas. Lembah ini membentang dari utara ibukota Gilgit hingga perbatasan Tiongkok.
Lembah Hunza terletak di wilayah pegunungan Karakoram Pakistan bagian paling Utara di ketinggian 2500 meter di atas permukaan laut.
Hunza menyajikan pemandangan yang indah dipandang oleh mata. Dengan pegunungan yang menjulang tinggi dan diselimuti oleh salju.
Disini penduduk Hunza menggunakan bahasa Burushaski yang menjadi bahasa tradisional dan terisolasi dari bahasa lain.
Melansir dari YouTube KabarPedia bahkan lebih dari sekedar itu lembah Hunza lebih dikenal sebagai hunian orang-orang yang memiliki usia panjang.
Baca Juga: Gunung Setinggi 1,901 Mdpl di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan Ini Punya Batang Pohon Tak Biasa
Mereka dikenal memiliki umur yang panjang dengan usia rata-rata hampir 100 tahun bahkan beberapa bisa mencapai 120 tahun.
Uniknya, mereka yang hidup dengan usia cukup panjang ini tidak memiliki penyakit kronis.
Pada usia yang telah mencapai 1 abad mereka memiliki tubuh sehat, penuh vitalitas dan dapat pergi menuju ladang.
Umumnya mereka melakukan kegiatan yang dikerjakan oleh orang pedesaan. Kebiasaan melewati lorong-lorong kasar dan bukit curam yang terdapat di sekitarnya.
Tanah pertanian yang digarap di lembah Hunza tidak selalu berada di dekat rumah. Terkadang harus melalui perjalanan hingga 2 jam dengan berjalan kaki.
Tanpa disadari penduduk Hunza telah melakukan olahraga setiap harinya. Ini membuat kondisi alamnya bebas polusi dan menjadi nilai tambah bagi kesehatan mereka.
Bukan hanya itu, dengan pola dietnya yang sangat baik. Makanan dengan tinggi karbohidrat yang rendah kalori berkisar 1600 hingga 1800 Kal.
Menariknya, Penduduk Hunza juga mengonsumsi berbagai jenis makanan probiotik setiap hari baik dalam bentuk kefir atau sayuran. Mereka jarang mengonsumsi daging atau ikan.
Asupan protein penduduk yang sebagian besar bersumber dari tanaman antara 20 hingga 50 gram per hari. Uniknya, mereka menggunakan 0% gula atau karbohidrat dari bahan olahan.
Penduduk yang tinggal di lembah Hunza juga sering mengonsumsi makanan nabati mentah dan karena tempatnya terisolasi sehingga tidak memperoleh bahan bakar untuk memasak.
Selain itu, di lembah Hunza tidak ada hewan yang tersedia untuk dikonsumsi. Jadi, Mereka hanya fokus pada makanan dari tumbuhan seperti cherry, anggur dan sebagainya.
Di sisi lain, mereka memiliki budaya yang unik dan sedikit berbeda dengan orang Pakistan pada umumnya. Mereka memadukan kepercayaan animisme pra Islam dan ajaran Islam.
Beberapa diantaranya juga ada yang menganut ajaran Budha atau Kristen. Dalam hal pakaian tergolong rumit dan unik.
Untuk wanita mengenakan jubah panjang dan jilbab. Sedangkan pria mengenakan jamis dan penutup kepala konvensional.
Penduduk asli Hunza juga memiliki tarian dan nyanyian tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan. Keseluruhan budaya dan kepercayaan lembah Hunza mencerminkan sejarah yang kaya dan beragam. Ini terbentuk dari lokasi dan geografis yang unik.
Terakhir, terlepas dari gaya hidup yang kian modernisasi Hunza terus mencoba mempertahankan tradisi, gaya hidup dan praktik budaya mereka.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi