‘Ramalan’ Presiden Soeharto Atas Indonesia di Tahun 2020, Cintai Produk Negeri untuk Kelangsungan Bangsa

inNalar.com – Mencintai produk negara sendiri ternyata telah ditanamkan oleh Presiden kedua Indonesia. 

Presiden Soeharto pada tahun 1995 telah memberi pesan untuk menyiapkan para remaja kala itu untuk mencintai produk bangsa. 

Terkait dengan prediksi beliau untuk Indonesia di tahun 2020 di mana para remaja tersebut dapat menjadi benteng bagi kelangsungan negara. 

Baca Juga: Generasi Muda Titip Kepercayaan kepada Erick Thohir saat Perayaan Pesta Kita, Berharap Inspirasi dan Dorongan

Hal tersebut dibicarakan pada Temu Wicara Presiden Soeharto pada Pencanangan Gerakan Nasional 13 November 1995. 

Lewat para remaja yang saat itu akan menjadi kader-kader bangsa diharapkan bisa mempersatukan bangsa. 

Para remaja akan menumbuhkan jiwa pahlawannya ketika mereka telah mengetahui keadaan negaranya sendiri. 

Baca Juga: Dijuluki Pengembara Laut, Suku di Wakatobi Sulawesi Tenggara yang Tinggal di Atas Laut Dapat Sertifikat Tanah

Terlebih saat itu tengah menghadapi globalisasi dan sedang melakukan liberasi pedagang-pedagang bebas. 

Bagi remaja di tahun 1995 yang kemudian berumur 25 tahun pada tahun 2020 sudah disiapkan untuk mencintai tanah air beserta produk didalamnya. 

Mengutip dari video unggahan President File berjudul ‘25 Tahun Lalu, Presiden Soeharto Prediksi Kondisi Indonesia di Tahun 2020’ 

Baca Juga: Libatkan Para Pelajar, Pameran Yogyakarta Komik Weeks Mengusung 7 Unsur Kebudayaan DIY dan Program Kukuruyug

“Maka para remaja sekarang yang nantinya akan hidup di tahun 2020 akan menjadi benteng untuk mempertahankan daripada kelangsungan hidup negara bangsa,” ujar Presiden Soeharto 

Menjadi benteng bagi negara dalam rangka persiapan kompetisi bersaing dengan negara lain yang masih kurang sempurna untuk menghadapi masuknya produk luar negeri. 

Negara akan hancur jika para pemuda bangsa sudah mulai menyukai produk dari luar negeri  

Presiden Soeharto juga menyampaikan jika para pemuda menyukai produk yang murah, baik dan bagus namun hasil produksi luar negeri bangsa akan hancur. 

Berdampak pada tutupnya pabrik karena produk tidak terjual atau tidak terbeli lantas tak adanya pekerjaan sampai tidak bisa makan. 

Adanya persaingan dengan bangsa lain membuat para pemuda bangsa Indonesia harus siap menghadapi perdagangan dunia.*** 

 

Rekomendasi