Ramah Lingkungan! PLTS di Purwakarta Jawa Barat Ini Mampu Tekan Emisi Karbon Capai 200 Ribu Ton

 

InNalar.com – Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sendiri biasanya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik suatu negara.

Salah satunya, adanya PLTS di Purwakarta Jawa Barat ini yang dinamai PLTS Cirata dengan luas 200 hektar.

Adapun, pembangkit listrik ini menjadi PLTS apung pertama di Indonesia, bahkan terbesar di Asia Tenggara. Tepatnya membentang di Waduk Cirata.

Baca Juga: Unik! Pasar Tradisional di Tanah Datar, Sumatera Barat Ini Transaksinya Menggunakan Bahasa Isyarat, Kok Bisa?

Pembangunan pembangkit listrik ini sendiri sudah menghabiskan biaya sekitar 1,7 triliun rupiah.

Diperkirakan produksi energi bersih yang dihasilkan PLTS Cirata ini mencapai 245 juta kWh per tahun, setara dengan kemampuan penerangan terhadap 50 ribu rumah.

Pendirian PLTS Cirata juga terdiri dari 13 blok, dengan total 340 ribu solar panel.

Baca Juga: Intip di Balik Pembangunan Keindahan Terowongan Kembar Terpanjang Pertama di Indonesia yang Habiskan Dana 20 T

Selain itu, kehadiran PLTS ini cukup ramah lingkungan. Hal ini karena adanya, pembangkit listrik ini mampu menekan emisi karbon hingga 200 ribu ton per tahun.

Kapasitas PLTS Cirata sendiri sekitar 145 MWac, sebanding juga dengan 192 MWp.

Adapun pembangunannya sudah menyerap 1.400 pekerja lokal, dengan kolaborasi bersama perusahaan energi dari Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Terungkap, Soeharto Pernah Tolak Tawaran Soekarno Tapi Malah Naik Jadi Presiden: Gak Ada yang Lain?

Oleh sebab itu, selain menjawab upaya mewujudkan energi bersih. Pembagungan PLTS tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Bahkan, bisa menarik para investor lain untuk mendukung pembangunan PLTS di area lain Indonesia.

Meski demikian, pembangunan PLTS Cirata ini belum resmi. Pihak PLN sendiri berharap pembangkit listrik tersebut bisa resmi saat Hari Listrik Nasiona pada 27 Oktober 2023 mendatang.

Kehadiran PLTS di Indonesia sendiri menajdi salah satu upaya untuk mengembangkan energi bersih dan terbarukan.

Sehingga, bisa membantu mewujudkan Indonesia bebas emisi atau Net Zero Emission pada tahun 2060 nanti. Dimana, target pemerintah tersebut tertuang dalam Perpres 112 tahun 2022.

Selain PLTS Cirata, Indonesia juga membangun beberapa PLTS lain fan akan segera beroperasi seperti, PLTS Singkarak berkapasitas 50 MWac dan Saguling berkapasitas 60 MWac. Dimana, keduanya sama-sama PLTS terapung.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia telah menargetkan sebesar 23 persen bauran Energi Bersih Terbarukan (EBT) pada 2025 mendatang.***

 

 

Rekomendasi