

inNalar.com – Orang pintar dan cerdas, identik dengan kelihaiannya dalam memecahkan setiap permasalahan, entah itu dalam kehidupan sehari-hari maupun persoalan akademik seperti di sekolah dan instansi pendidikan lainya.
Dalam Islam, khususnya di Indonesia yang bisa dijadikan contoh orang pintar dan jenius adalah BJ Habibie, dengan prestasi yang cemerlang di kancah dunia, ternyata presiden Indonesia ke 3 ini memiliki rahasia dalam mempertahankan daya ingat dan mempertajam kemampuan berpikirnya, yaitu dengan memiliki konsistensi jam tidur dan konsistensinya beribadah kepada Allah SWT.
Sebagai umat Islam, BJ Habibie tentulah patut dijadikan teladan sosok yang tidak hanya pintar namun juga termasuk orang shaleh.
Baca Juga: Melaksanakan Puasa Ramadhan 2023 Tanpa Makan Sahur, Bagaimana Hukumnya, Boleh atau Tidak?
Dalam kitab Ta’lim Muta’allim Halaman 38 yang diterangkan oleh Haikal Maulana, “Ada beberapa rahasia untuk para pencari ilmu agar mudah memahami dan menghayati setiap ilmu yang diperoleh,” terang Haikal.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang dekat dengan Tuhannya adalah orang yang sedikit tidur dan sedikit makan.
Dalam artian, jika kita ingin mendapatkan keberkahan dalam segala aspek kehidupan baik itu menginginkan hal yang bersifat duniawi maupun akhirat, tentunya kita memerlukan Allah sang maha memiliki dan maha memberi.
Semua yang ada di dunia ini adalah kepunyaan Allah, berarti yang berhak memberi kita ilmu adalah Allah, jika Allah sudah ridho, maka tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk mendapatkan ilmu.
Jika memaksa menginginkan yang bukan hak kita tanpa seizin yang punya, kita hanya akan mendapatkan kesusahan dan kecapean saja.
BJ Habibie dikenal sebagai orang yang memiliki kebiasaan tidur jam 10 malam dan akan bangun di jam 2 pagi untuk melaksanakan shalat tahajud dan membaca Alquran, beliau juga suka menjalankan puasa sunah, tak heran beliau memiliki IQ tinggi melebihi Einstein.
Baca Juga: Jadwal Puasa dan Link Download Waktu Imsakiyah Ramadhan 2023 Seluruh Daerah di Indonesia
“Kunci mendapatkan ilmu adalah mengetahui praktik surah Al Fatihah, caranya adalah membaca surah Al Fatihah saat akan belajar, tidak hanya membaca saja, namun mempraktikkan dan memaknai Ummul Qur’an ini,” lanjut Haikal Maulana dalam penjelasan nya.
Pada QS. Al-Fatihah ayat 6 Allah SWT berfirman :
ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ
ihdinash-shiroothol-mustaqiim
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,”
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2023 M atau 1444 H, Lengkap Seluruh Daerah di Indonesia
Pastikan hati kita memohon kepada Allah, supaya diberikan pemahaman dan jalan agar dapat menerima ilmu yang akan kita pelajari. Oleh sebab itu pentingnya praktik surah Al Fatihah dalam berbagai aspek kehidupan.
Surat Al-Fatihah termasuk kedalam rukun sholat, jadi penting bagi kita untuk mengetahui arti dan makna setiap ayatnya, dibarengi dengan amalan amalan yang sesuai dengan setiap kalimat pada surat ini, seperti menyayangi sesama makhluk Allah, Istiqomah dan fokus dalam mengerjakan segala sesuatu serta ikhlas dalam beramal.
BJ Habibie merupakan sosok yang selalu membaca basmalah saat akan memulai aktivitasnya dibarengi dengan niat yang ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari manusia.
Saat akan memulai sesuatu yang besar maka mulailah dengan hal hal kecil, tak mungkin kita bisa menaiki tangga tanpa memijak satu persatu anak tangganya, sama halnya dengan kehidupan, jika kita bisa disiplin dalam hal-hal kecil, maka hal besar pun bisa kita taklukan.
Meskipun merubah kebiasaan itu memang sulit sekali dilakukan, tapi dengan tekad yang Istiqomah ingin berubah lebih baik lagi, apa salahnya merubah sedikit sedikit, karena perubahan itu tidak instan, butuh proses dan perjuangan didalamnya.
Bj Habibie merupakan pribadi yang disiplin dalam berbagai aspek kehidupan, jika beliau mengerjakan sesuatu beliau pasti akan menyelesaikannya dengan semaksimal mungkin.
Baca Juga: Tidak Hanya Puasa, 4 Amalan Bulan Rajab 1444 H Punya Keutamaan yang Penuh Rahmat Jika Dilaksanakan
Orang sukses adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, membuatnya menjadi pribadi yang Istiqomah dalam menjalankan aktivitas kehidupannya, orang disiplin akan merasa ada sesuatu yang kurang jika ia meninggalkan suatu kebiasaannya.
Ilmu itu perlu di ikat, cara mengikat ilmu adalah dengan membuat catatan, bagaimana kita bisa hafal jika mencatat saja kita tidak bisa.
Selain membuat catatan, kita juga harus membacanya lagi, Allah menyuruh kita untuk membaca agar kita dapat selamat dunia akhirat, karena setiap ibadah itu memerlukan ilmu, maka dari itu memperbanyak bacaan merupakan hal yang penting untuk kehidupan kita.
Saat akan belajar hal baru cobalah melapangkan hati dan menyiapkan pikiran.
Melapangkan hati adalah dengan menerima setiap perkataan dengan seksama, mengatur mood agar tetap semangat, meskipun banyak masalah dan persoalan hidup yang menumpuk, cobalah untuk tetap tenang dan sabar.
Menyiapkan pikiran adalah dengan membuka pintu pintu memori agar dapat memasukan ilmu baru ke kepala kita, jangan sampai di kepala kita isinya melayang layang entah kemana, coba perhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, cerna dan fahami setiap materinya, masukkan ke dalam pikiran.
Jika ilmu hanya sekedar materi dan tulisan saja, maka itulah yang akan kita dapatkan, sekedar kertas dengan kata kata diatasnya, tetapi jika kita mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu itu akan menempel pada diri sampai kapanpun juga.
Contohnya saat kamu ingin belajar mengendarai motor, apakah hanya dengan kata kata saja kamu dapat mengendarai motor, apakah materi di atas kertas dapat menjalankan motor?
Tentunya tidak, kita perlu action di dalamnya, sama halnya dengan ilmu, jika hanya pintar materi saja tanpa mengetahui praktiknya, untuk apa ilmu itu kita dapatkan, bukanya tujuan kita mencari ilmu adalah agar kita mengetahui bagaimana cara hidup yang benar sesuai tuntunan agama dan tuntutan makhluk.***
Oleh : Ikmal Konit Istiqomah