Ramadhan 2022, Ini Makna dan Riwayat Menjalankan Perintah Puasa Menurut Al Quran-Hadist


inNalar.com
 – Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam kalender Islam. Sebagian besar kamus menyebutkan bahwa akar kata “Ramadhan” mengacu pada panas yang kuat, atau bumi yang terbakar. Beberapa sejarawan menggunakan makna tersebut untuk merujuk pada panas dan kesulitan yang dialami orang selama puasa di Bulan Ramadhan.

Namun ada arti lain dari akar kata “Ramadhan”, dalam Bahasa Arab akar kata Ramadhan mengacu pada awan dan hujan di akhir musim panas dan awal musim gugur. Sebagaimana Al Qurthubi mengatakan dalam salah satu tafsirnya yaitu:

إنما سمي رمضان لأنه يرمض الذنوب أي يحرقها بالأعمال الصالحة

“Dinamakan bulan Ramadhan karena ia menggugurkan/membakar dosa-dosa dengan amal shalih” (Tafsir Al-Qurthubi 2/291). Dalam riwayat ini makna tersebut dapat diartikan sebagai “membakar dosa”, dan “memadamkan api” yang merupakan akibat dosa.

Baca Juga: Sambut Ramadhan 2022, Simak Profil Syekh Abdul Qadir Jaelani, Ulama Sufi yang Lahir di Bulan Penuh Berkah

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

Baca Juga: 4 Sunah yang Dianjurkan dalam Berbuka Puasa, Beserta Doa Niat Puasa Ramadhan

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. “

Sedangkan kata puasa disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur’an, salah satunya ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Zakaria AS dan Siti Mariam untuk menghindari pembicaraan dengan orang-orang. Allah berfirman dalam surat Maryam ayat 26:

فَكُلِى وَٱشْرَبِى وَقَرِّى عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إِنسِيًّا

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.”

Baca Juga: Soal Duit Rp400 Juta dari Doni Salmanan, Rizky Febian Ternyata Tidak Wajib Mengembalikan

Ayat di atas menunjukkan bahwa ada tradisi yang berbeda untuk menghindari hal-hal tertentu, yang disebut puasa. Namun, ada ayat Al-Qur’an yang mewajibkan puasa bagi umat Islam. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Sedangkan para ahli tafsir telah berbeda pendapat tentang maksud dari ayat tersebut. Ada yang berpendapat bahwa kalimat seperti yang disyari’atkan untuk orang-orang sebelumnya, yang mengacu pada konsep berpuasa.

Baca Juga: Inilah Amalan yang Paling Baik Dilakukan pada Malam Nisfu Syaban Menurut Buya Yahya

Artinya, bangsa-bangsa sebelumnya diperintahkan untuk berpuasa seperti yang diperintahkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun ayat tersebut tidak secara eksplisit membahas tentang waktu atau tata cara berpuasa.

Pendapat yang lain mengatakan bahwa sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelumnya, yang berarti bahwa puasa Ramadhan diwajibkan bagi mereka dengan cara yang sama sebagaimana diwajibkan bagi umat Islam saat ini.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]