Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah, Penentuan Awal Bulan Menurut Ustadz Adi Hidayat


inNalar.com – Ramadhan 2022/1443 H yang akan segera hadir secara penentuan awal bulannya sama saja dengan lainnya. Hanya saja bedanya karena menyangkut ibadah satu bulan penuh, dan ada hari raya Idul Fitri di akhir Ramadhan 2022/1443 H.

Itulah sebabnya penentuan awal bulan Ramadhan 2022/1443 H menjadi istimewa setiap tahunnya, termasuk saat ini.

Tetapi sebenarnya bagaimana cara menentukan awal Ramadhan 2022/1443 H?, sebab tahun lalu bisa serentak di semua wilayah.

Baca Juga: James Vaughan, Pencetak Gol Termuda Premier League Langsung Diangkat Jadi Direktur Olahraga di Usia 33 Tahun

Beberapa tahun lalu berbeda, banyak umat Islam memulai bulan Ramadhan tidak secara bersamaan, kenapa bisa demikian?.

Ustadz Adi Hidayat atau UAH menjelaskan hal ini dalam satu majelis ilmu yang hadiri oleh banyak jama’ah peserta kajiannya.

Dilansir inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Qultum TV pada 11 April 2021, begini penjelasan UAH. Pada kesempatan ini, UAH menjelaskan kejadian penentuan awal bulan Ramadhan tahun yang lalu yaitu 2021.

Tetapi bisa dipelajari untuk menjadi ilmu dalam menentukan awal Ramadhan 2022/1443 H dan pada tahun-tahun yang akan datang.

Baca Juga: Hal-hal yang Dimakruhkan saat Puasa di Bulan Ramadhan 2022 atau 1443 H Menurut Ustadz Adi Hidayat

“Akan serentak untuk seluruh wilayah Indonesia, karena ijtima atau konjungsi (pertalian sejajar antara bumi, matahari, dan bintang),” jelas UAH.

Jika konjungsi sudah berada di satu garis, maka menandakan posisi waktu sudah di akhir bulan.

Menentukan akhir dan awal bulan hijriah sebenarnya juga mudah, sebab hanya dengan melihat bentuk saja di malam hari.

Apabila awan cerah dan bulan berbentuk bulat lingkaran sempurna maka berarti posisi waktu sudah di pertengahan atau tanggal 14-15.

Baca Juga: Inter Milan vs Liverpool di Liga Champions 2022, Jurgen Klopp Ungkap Henderson Siap Tempur untuk The Reds

Jika bulan yang ada berbentuk sabit dengan melengkung ke bawah, maka menunjukkan posisi waktu berada di akhir atau tanggal 29.

Sampai bulan tersebut habis dan tertutup dan habis kemudian akan bertukar yang baru, maka inilah yang dihitung konjungsinya.

Misalnya tahun lalu pada 2021, saat di akhir bulan Sya’ban (dalam penanggalan hijriah) data yang ada menunjukkan konjungsi.

Konjungsi akan terjadi pada 12 April 2021, bersamaan dengan hari Senin pada pukul 09.33.59 dan berproses hingga waktu Maghrib.

Ketika matahari sudah terbenam, maka muncullah hilal untuk bulan baru dengan ketinggian kurang lebih di atas 3 derajat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]