Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah, Buya Yahya Jelaskan Hukum Mengganti Hutang Puasa di Tahun Lalu


inNalar.com – Ramadhan 2022/1443 H akan segera tiba, dan bisa jadi ada dari umat Islam yang masih berhutang puasa.

Bagi yang hutang puasa pada tahun lalu tentu masih bisa diingat-ingat, tetapi bagaimana buat orang baru hijrah?.

Bagi orang yang baru hijrah dan memiliki banyak hutang puasa, sehingga lupa berapa banyak hutang puasanya.

Baca Juga: Liverpool Libas Inter Milan 2-0, Jurgen Klopp Jadi Pelatih dengan Kemenangan Terbanyak di Liga Champions

Maka penting menyimak penjelasan Buya Yahya berikut, terkait orang yang lupa banyaknya jumlah hutang puasa.

Secara umum menurut Buya Yahya, baik sholat dan puasa yang sama-sama ibadah wajib bagi umat Islam untuk melaksanakan.

Jika ada yang memiliki hutang shalat dan puasa, secara fiqih maka harus diganti dengan kontan.

Baca Juga: 7 Manfaat Makan Kurma Saat Puasa Ramadhan, Bisa Cegah Penyakit Berbahaya

“Itu adalah bahasa fiqih, maka perlu dikemas, bukan maksudnya merubah,” jelas Buya Yahya seperti dikutip inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 15 April 2019.

Bagi Buya Yahya perlu memberikan fatwa dengan cara yang indah agar orang-orang yang hijrah atau baru bertaubat paham.

Pembina Pesantren Al Bahjah tersebut lalu memberikan simulasi bagi orang yang lupa berapa banyak shalat dan puasa yang ditinggalkan.

Baca Juga: Disindir Deddy Corbuzier soal Gaya Ceramahnya yang Sering Menyasar Umat Kristen, Ini Janji Ustadz Yahya Waloni

Pertama pastikan penyesalan di hati, lalu perkirakanlah mulai sejak tahun berapa tidak melaksanakan shalat dan puasa.

Setelah itu tulis, dan lupakan saja dugaan-dugaan yang tidak jelas serta ikuti yang tercatat, bila selama 30 tahun berarti 30 bulan.

Lalu caranya yaitu dengan mengambil waktu-waktu puasa sunah, amalkan dengan tekun hari senin dan kamis misalnya.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tematik Tema 7 Kelas 5 SD atau MI Halaman 130 131 132 133 Subtema 2 Pembelajaran 5

“Jika misalnya sudah kuat untuk menambah lebih banyak , maka puasa lebih sering lagi, mengqodho lebih lagi,” jelas Buya Yahya.

Namun bagaimana jika sampai meninggal dunia hutang puasa juga belum terbayarkan?, maka Allah SWT Maha Tahu.

Jika seorang hamba sudah berniat untuk memenuhi hutang puasanya maka, Allah SWT juga akan mengampuninya.***

Rekomendasi