
inNalar.com – Barangkali sebagian dari kalian pernah mendengar rahasia penting tentang daerah misterius di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Kabupaten seluas 1.745 kilometer persegi ini memang dahulunya tidak ada, tiba-tiba muncul ke permukaan bumi sebab adanya fenomena unik.
Ada 9 kecamatan di pelosok Jogja yang berhasil mengundang rasa penasaran para peneliti bumi beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Remaja Asal Malang Nayaka Budhidharma Sabet Gelar Internasional di Catur Kilat Asia Junior 2025
Tahukah bahwa dahulu kesembilan daerah tersebut tidak ada dalam pencitraan peta dunia, tepatnya berjuta-juta tahun yang lalu.
Alasannya bagian selatan Kabupaten Gunungkidul ini dahulu mengalami sebuah fenomena unik, yakni dahulu daerahnya merupakan lautan.
Tepatnya dahulu sebagian wilayah di daerah perbukitan Yogyakarta ini dahulu Samudera Hindia. Daratannya belum muncul ke permukaan bumi.
Sebagai informasi, 9 daerah misterius yang dimaksudkan ini meliputi Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo, Rongkop, Ponjong Selatan, Semanu Selatan.
Fenomena unik ini diungkap para Peneliti Geologi dari adanya jejak bebatuan khas samudera yang banyak ditemukan di daerah tersebut.
Anda pun masih bisa menyaksikan sisa-sisa sejarah alam Gunungkidul yang dulunya bagian dari Samudera Hindia.
Adanya batuan gamping yang mendominasi formasi bebatuan di permukaan daerah misterius tersebut menjadi petunjuk penting dunia geologi.
Tebing batuan kapur yang saling bersusun di beberapa sudut daerahnya menjadi penanda bahwa dulunya daerah di pelosok Yogyakarta ini dulunya tidak ada.
Tebing putih bergradasi yang ada di sana diketahui mengandung formasi kandungan kalsium karbonat.
Kandungan tersebut diketahui pula bersumber dari terumbu karang koral, hewan bercangkang seperti kerang dan siput.
Pola daratan di dekat pesisir pantai tetapi dihiasi dengan perbukitan besar ini menjadi salah satu jejaknya.
Baca Juga: Penelitian Terbaru Akhirnya Terungkap, Interaksi Sosial Bisa Tingkatkan Fungsi Otak
Nah, kemunculan 9 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul ini lebih tepatnya disebabkan karena dahulu adanya pergerakan lempeng Indo-Australia.
Lempengnya terus bergerak ke arah utara hingga akhirnya menabrak bagian selatan Pulau Jawa.
Tubrukan di antara dua lempeng menyebabkan bagian selatan daerah tersebut muncul ke permukaan dan menjadi daratan yang kini dihuni oleh manusia.***

inNalar.com – Barangkali sebagian dari kalian pernah mendengar rahasia penting tentang daerah misterius di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Kabupaten seluas 1.745 kilometer persegi ini memang dahulunya tidak ada, tiba-tiba muncul ke permukaan bumi sebab adanya fenomena unik.
Ada 9 kecamatan di pelosok Jogja yang berhasil mengundang rasa penasaran para peneliti bumi beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Remaja Asal Malang Nayaka Budhidharma Sabet Gelar Internasional di Catur Kilat Asia Junior 2025
Tahukah bahwa dahulu kesembilan daerah tersebut tidak ada dalam pencitraan peta dunia, tepatnya berjuta-juta tahun yang lalu.
Alasannya bagian selatan Kabupaten Gunungkidul ini dahulu mengalami sebuah fenomena unik, yakni dahulu daerahnya merupakan lautan.
Tepatnya dahulu sebagian wilayah di daerah perbukitan Yogyakarta ini dahulu Samudera Hindia. Daratannya belum muncul ke permukaan bumi.
Sebagai informasi, 9 daerah misterius yang dimaksudkan ini meliputi Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo, Rongkop, Ponjong Selatan, Semanu Selatan.
Fenomena unik ini diungkap para Peneliti Geologi dari adanya jejak bebatuan khas samudera yang banyak ditemukan di daerah tersebut.
Anda pun masih bisa menyaksikan sisa-sisa sejarah alam Gunungkidul yang dulunya bagian dari Samudera Hindia.
Adanya batuan gamping yang mendominasi formasi bebatuan di permukaan daerah misterius tersebut menjadi petunjuk penting dunia geologi.
Tebing batuan kapur yang saling bersusun di beberapa sudut daerahnya menjadi penanda bahwa dulunya daerah di pelosok Yogyakarta ini dulunya tidak ada.
Tebing putih bergradasi yang ada di sana diketahui mengandung formasi kandungan kalsium karbonat.
Kandungan tersebut diketahui pula bersumber dari terumbu karang koral, hewan bercangkang seperti kerang dan siput.
Pola daratan di dekat pesisir pantai tetapi dihiasi dengan perbukitan besar ini menjadi salah satu jejaknya.
Baca Juga: Penelitian Terbaru Akhirnya Terungkap, Interaksi Sosial Bisa Tingkatkan Fungsi Otak
Nah, kemunculan 9 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul ini lebih tepatnya disebabkan karena dahulu adanya pergerakan lempeng Indo-Australia.
Lempengnya terus bergerak ke arah utara hingga akhirnya menabrak bagian selatan Pulau Jawa.
Tubrukan di antara dua lempeng menyebabkan bagian selatan daerah tersebut muncul ke permukaan dan menjadi daratan yang kini dihuni oleh manusia.***