Rabies di Bali Berstatus Endemic! Hati-hati Karena Hampir Semua Daerah Zona Merah

inNalar.com – Akhir-akhir ini Indonesia memang sedang diramiakan tentang menyebarnya Rabies. Tapi tidak hanya itu, karena rabies sendiri memang berbahaya dan hingga saat ini tengah ramai di Indonesia.

Sebagaimana berbagai sumber mengatakan Rabies di Bali sudah masuk menjadi endemic, yang dengan kata lain, maka orang yang terkena rabies disana cukup banyak.

Adapun maksud dari kata endemic merupakan suatu wabah penyakit yang terjadinya secara konsisten. Akan tetapi wabah penyakit ini terbatas pada wilayah tertentu. Jadi itulah arti dari endemic. Jadi jangan sampai salah paham dan disamakan artinya dengan pandemic Corona yang tengah terjadi.

Baca Juga: Bikin Geram! Setelah Pasang Borgol Sendiri, Mario Dandy Justru Menertawakan Ayah David Ozora Saat Sidang

Dalam terjadinya endemic, tingkat penyebaran wabah penyakit ini biasanya dapat diprediksi. Seperti contohnya adalah Malaria, karena penyakit ini tetap ada, meskipun penyebarannya tidak seluas itu.

Contoh lain dari endemic adalah Rabies. Karena akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakannya rabies, bahkan rabies di daerah Bali pun saat ini tengah memasuki fase endemic.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Dinas kesehatan provinsi Bali. Ia menyatakan jika kondisi rabies pada Bali saat ini belum mencapai kejadian luar biasa (KLB). Akan tetapi I Nyoman Gede Anom selaku kepala menjelaskan jika kasus rabies saat ini di Bali masih masuk di kategori Endemis.

Baca Juga: Buntut Terlalu Sering Menahan BAB Jadi Kena Ambein dan Sembelit, Kenali Lebih Detail Penyebabnya

Adapun I Nyoman Gede Anom juga menjelaskan jika sebenarnya rabies di Bali itu terjadi pada setiap tahunnya dan juga tidak mengalami kenaikan. Begitu pula pada tahun kemarin, banyak juga orang yang terkena rabies, namun kasusnya hanya berjumlah sekian orang dan tidak mengalami kenaikan. Karena itu wabah ini masih masuk di jenis endemic.

Dilanjutkan lagi, jika pada tahun 2022 kemarin ada 22 orang yang meninggal karena terserang rabies. Sedangkan vaksin anti rabies di Bali sampai saat ini sebenarnya juga masih mencukupi untuk digunakan untuk warga sekitar.

Untuk vaksin anti rabies sendiri, penyebarannya pun sudah cukup banyak dan ada di setiap puskesmas. Akan tetapi, ia beranggapan jika pemfokusan kali ini adalah bagaimana cara dalam mendongkrak vaksinasi pada hewan atau pada hulu.

Baca Juga: Dikabarkan Bakal Segera Gabung Inter, Cesar Azpilicueta Malah Diperkenalkan Sebagai Pemain Atletico Madrid

Karena dengan mementingkan hal itu, maka yang terjadi adalah mengajak masyarakat memiliki hewan peliharaan berupa Anjing secara baik.

Selanjutnya, kepala dinas kesehatan itu juga menyebutkan jika hal kedua yang harus dilakukan adalah meningkatkan vaksinasi pada hewan penular rabies (HPR).. Karena Vaksin anti rabies pada manusia di provinsi Bali masih cukup dengan jumlah 17 ribu. ?Selain itu, kita juga sudah memesan 30 ribu vaksin.

Secara SOP, sebenarnya orang yang tergigit Anjing adalah untuk melakukan observasi terlebih dahulu. Karena untuk melihat apakah Anjing tersebut terkena rabies atau tidak.

Akan tetapi, harapannya untuk kali ini, tidak perlu lagi mengikuti SOP. Jadi jika ada yang tergigit Anjing, lebih baik langsung suntikan saja vaksin anti rabies pada korban. Jadi tidak perlu lagi adanya observasi pada si Anjing.

Adapun tentang zona yang sudah merah, selain Buleleng, semua daerah Bali sudah zona merah. Jadi untuk faskes dalam penanganan rabies, untuk saat ini Denpasar masih menyediakannya.

Meskipun ini menggunakan vaksin, penanganan rabies sebenarnya berbeda dengan korona. Tidak perlu diadakan ruangan isolasi untuk korban yang terkena.

Akan tetapi untuk korban yang sudah terlambat dan merasakan takut air, udara ataupun panas, sampai merasakan gelisah. Hal itu sudah sulit untuk ditangani.

Karena persentase kematian dari rabies sendiri adalah 95% jika telat dalam penanganan. Jadi lebih baik melakukan dan menghimbau masyarakat dalam memelihara Anjing dengan baik.

Demikian dari fakta penjelasan endemic di Bali. Jadi berhati-hatilah jika ada yang ingin berlibur disana. Karena statusnya saat ini sudah endemic. Dan jika kamu merasa ada gejala-gejala awal rabies, sesegera mungkin hubungi dokter.

*** Alma Malik Dewantara

Rekomendasi