Putuskan Tidak Membagi Dividen, PT Suparma Tbk (SPMA) Targetkan Penjualan Senilai Rp3 Triliun pada 2024

inNalar.com – PT Suparma Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS pada tahun 2023.

Dalam RUPS tersebut, diketahui PT Suparma meraih peningkatan laba sebesar 4,8 persen.

Meskipun meraih peningkatan laba, perseroan ini memutuskan untuk tidak membagi deviden kepada para pemegang sahamnya.

Baca Juga: Drama Korea Squid Game Season 2 Resmi Sedang Dalam Pengerjaan, Berikut Pemain dan Jadwal Tayangnya

Alasan perseoran untuk tidak membagi deviden ini dikarenakan laba akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Suparma.

Selain itu, laba tersebut juga digunakan untuk investasi yang sebagian besar bertujuan untuk kapasitas meskin de-inking.

Kemudian, akan dilakukan juga investasi steam boiler yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Tampung Air 5,04 Juta M3, Bendungan Kering Rp1,03 Triliun di Kab Bogor Ini Fokus Tahan Laju Aliran Banjir Jakarta dari 2 Gunung, Seberapa Efektif?

Rencananya, steam boiler baru tersebut akan meningkatkan kapasitas keluaran steam yakni sebesar 16 persen dari 155 ton per hari menjadi 180 ton per hari.

Dilansir inNalar.com dari ptsuparmatbk.com, PT Suparma Tbk sendiri merupakan perusahaan yang meluncurkan produk Kertas jumbo roll pertama yang menggunakan mesin kertas berkapasitas hingga 6.000 ton per tahun.

Pihak Suparma mengungkap totl penjualan produk perusahaan masih tetap leading meskipun pasar internasional dan lokal alami goncangan.

Baca Juga: Link Live Streaming Liverpool vs Chelsea di Liga Inggris 2023-2024: Ajang Pembuktian 2 Raksasa Premier League

Hal tersebut mengakibatkan beban penjualan juga mengalami kenaikan.

Naiknya beban penjualan menyebabkan marjin laba kotor tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 22,9 persen.

Memutuskan untuk tidak membagi dividen 2023, pada tahun 2024 perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp3 triliun.

Baca Juga: Link Live Streaming Nottingham vs Arsenal di Liga Inggris 2023-2024: Aura Mistis The City Ground Jadi Tantangan The Gunners

Angka tersebut naik 15 persen dari pencapaian tahun 2023 sebesar Rp2,6 triliun.

Adapun hingga September 2023, penjualan kertas SPMA mencapai 156.995 MT atau tumbuh 2 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Untuk mencapai target tersebut, SPMA berupaya merebut kembali pangsa pasar yang telah diambil kompetitor selama 1 hingga 2 tahun.

Selain itu, pada tahun 2024 SPMA juga akan melakukan investasi dan salah satunya pembelian steam boler seharga 10 juta USD.*** 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]