

inNalar.com – PT Suparma Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS pada tahun 2023.
Dalam RUPS tersebut, diketahui PT Suparma meraih peningkatan laba sebesar 4,8 persen.
Meskipun meraih peningkatan laba, perseroan ini memutuskan untuk tidak membagi deviden kepada para pemegang sahamnya.
Baca Juga: Drama Korea Squid Game Season 2 Resmi Sedang Dalam Pengerjaan, Berikut Pemain dan Jadwal Tayangnya
Alasan perseoran untuk tidak membagi deviden ini dikarenakan laba akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Suparma.
Selain itu, laba tersebut juga digunakan untuk investasi yang sebagian besar bertujuan untuk kapasitas meskin de-inking.
Kemudian, akan dilakukan juga investasi steam boiler yang lebih ramah lingkungan.
Rencananya, steam boiler baru tersebut akan meningkatkan kapasitas keluaran steam yakni sebesar 16 persen dari 155 ton per hari menjadi 180 ton per hari.
Dilansir inNalar.com dari ptsuparmatbk.com, PT Suparma Tbk sendiri merupakan perusahaan yang meluncurkan produk Kertas jumbo roll pertama yang menggunakan mesin kertas berkapasitas hingga 6.000 ton per tahun.
Pihak Suparma mengungkap totl penjualan produk perusahaan masih tetap leading meskipun pasar internasional dan lokal alami goncangan.
Hal tersebut mengakibatkan beban penjualan juga mengalami kenaikan.
Naiknya beban penjualan menyebabkan marjin laba kotor tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 22,9 persen.
Memutuskan untuk tidak membagi dividen 2023, pada tahun 2024 perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp3 triliun.
Angka tersebut naik 15 persen dari pencapaian tahun 2023 sebesar Rp2,6 triliun.
Adapun hingga September 2023, penjualan kertas SPMA mencapai 156.995 MT atau tumbuh 2 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
Untuk mencapai target tersebut, SPMA berupaya merebut kembali pangsa pasar yang telah diambil kompetitor selama 1 hingga 2 tahun.
Selain itu, pada tahun 2024 SPMA juga akan melakukan investasi dan salah satunya pembelian steam boler seharga 10 juta USD.***