

inNalar.com – Proyek The Line merupakan salah satu inisiatif ambisius yang diluncurkan oleh Arab Saudi sebagai bagian dari proyek NEOM.
Tujuan yang dimiliki oleh Arab Saudi menjalakan proyek The Line adalah merevolusi cara hidup urban manusia di masa depan.
The Line dikenalkan langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi yaitu Mohammed bin Salman yang juga selaku pemimpin dari NEOM pada Januari 2021.
Baca Juga: Bandung Raya Naik Kelas! 21 Jalur BRT Modern dan 579 Unit Bus Dikerahkan Guna Urai Kesemrawutan Kota
Megaproyek ini dirancang menjadi kota linear futuristik sepanjang 170 kilometer yang dapat menampung hingga 9 juta penduduk.
Dengan dua gedung setinggi 500 meter yang membentang sejajar, kota ini akan memiliki lebar hanya 200 meter, menciptakan lingkungan yang ramah bagi pejalan kaki.
Semua kebutuhan dasar seperti ruang hijau, sekolah, dan fasilitas kesehatan direncanakan dapat diakses dalam waktu lima berjalan kaki saja di dalam kota.
Pangeran Mohammed bin Salman menjelaskan bahwa ini bukan hanya sekadar proyek pembangunan saja.
Dengan fokus pada keberlanjutan dan teknologi canggih, proyek ini diharapkan dapat mengubah wajah urbanisasi dan mengurangi ketergantungan salah satu negara negara ditimur tengah tersebut pada minyak.
Proyek ini adalah visi yang mencerminkan ambisi besar Arab Saudi untuk bertransisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dalam rencana pembangunannya kota futuristik ini akan mencakup penggunaan energi terbarukan sepenuhnya.
Lalu energi terbarukan juga akan diterapkan pada sistem transportasi cepat yang menghubungkan kedua ujung kota dalam waktu hanya 20 menit.
Karena hal tersebut kota ini akan memiliki konsep tanpa mobil ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya dengan mengurangi polusi dan kemacetan.
Konsep ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat di dalam kota linear ini.
Tak hanya itu pihak NEOM pimpinan Putra Mahkota Mohamed bin Salman selaku inisiator juga menjanjikan untuk mempertahankan 25% dari lahan sebagai ruang hijau.
Dengan tujuan untuk mendukung terciptanya keseimbangan antara kehidupan urban dan alam pada kota linear pertama di dunia.
Namun, perjalanan menuju realisasi visi ini tidaklah mulus. Karena proyek ini menghadapi berbagai tantangan serius.
Salah satunya ada penurunan ambisi dari rencana awal yang menyusut hingga 98%, dari panjang semula 170 kilometer menjadi hanya sekitar 2,4 kilometer.
Selain itu, masalah pendanaan juga menghantui proyek super besar ini. Sehingga Beberapa kontraktor bahkan mulai mengurangi jumlah pekerja di lokasi konstruksi.
Laporan menunjukkan bahwa dana dari Public Investment Fund Arab Saudi mengalami penurunan signifikan, dengan asetnya mencapai level terendah sejak 2020.
Tak hanya itu adanya pengunduran diri staf kunci dan laporan tentang lingkungan kerja yang buruk semakin memperburuk situasi pengerjaan The Line.
Saat ini, pekerjaan fondasi telah dimulai dengan kemajuan sekitar 20% pada infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas logistik.
Namun tetap saja kota linear futuristik yang diusung oleh NEOM pimpinan Putra Mahkota Mohamed bin Salman ini mendapat pandangan skeptis dari beberapa pihak sendiri.
Banyak pihak meragukan apakah proyek ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditargetkan pada tahun 2030. ***