Putin Ucapkan Belasungkawa pada Keluarga Korban Jatuhnya Jet Embraer Legacy 600, Termasuk Yevgeny Prigozhin?


inNalar.com – Duka mendalam menimpa keluarga besar Grup Wagner dimana Bos mereka Yevgheny Viktorovich Prigozhin atau yang kerap dikenal sebagai Yevgheny Prigozhin tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat jet pribadi Embraer Legacy 600.

Kecelakaan ini terjadi pada Rabu 23 Agustus 2023 di Tver Rusia dan menewaskan sekitar 10 orang termasuk Yevgeny Prigozhin.

Tak hanya Yevgheny Prigozhin, jatuhnya pesawat ini juga menewaskan tangan kanannya bernama Dmitry Utkin.

Dilansir inNalar.com dari aeroflap.com, pesawat jet Embraer lepas landas dari Moskow menuju St.Petersburg setelah mengadakan pertemuan dengan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca Juga: Penolakan Keras Negara Tetangga Terhadap Pembuangan Limbah PLTN yang dilakukan Pabrik TEPCO Jepang

Segera setelah kecelakaan terjadi, Rusia membuka investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat Legacy 600 tersebut.

Dikabarkan media harian Rusia Tass 24 Agustus kemarin, Presiden Vladimir Putin mengucapkan duka mendalam dan ungkapan belasungkawa pada keluarga Korban jatuhnya pesawat Jet Embraer Legacy 600.

Ucapan itu tak hanya ditujukan kepada Yevgheny Prigozhin saja namun dengan tulus disampaikan kepada semua korban yang meninggal pada saat menghadiri pertemuan dengan Kepala Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin.

Baca Juga: Habiskan Rp 44 Miliar! Ternyata Jembatan di Timor Leste Ini Gunakan Nama Presiden Indonesia, Apakah Diijinkan?

Jet pribadi yang ditumpangi Yevgheny Prigozhin tergolong jet eksekutif, dimana beroperasi dengan nomor registrasi RA – 02795 dan diterima oleh Grup Wagner pada tahun 2020 lalu.

Sebelum menewaskan Yevgheny Prigozhin dan anak buahnya, menurut data diketahui bahwa Grup Wagner bukanlah pemilik pertama dari Jet Embraer Legacy 600.

Jet ini diproduksi pada tahun 2007 dan awalnya dikirim ke Linxair Serbia.

Selain itu juga pernah beroperasi di Armada Internasional Jet Management negara Austria, MNG Jet milik Turki, Autolex Transportasi, kemudian baru diteruskan ke Grup Wagner di akhir tahun 2020.

Baca Juga: Rusia Kalah! Pesawat Luar Angkasa Chandrayaan-3 dari India Cetak Rekor Mendarat di Kutub Selatan Bulan

Yevgheny Prigozhin diketahui lahir di St. Petersburg pada tahun 1961 dan pernah mendekam di dalam penjara selama sembilan tahun lamanya.

Kemudian ia juga pernah mendirikan bisnis katering dan sukses memenangkan tender dengan pemerintah Rusia.

Ia memulai perusahaannya di bidang militer swasta pada tahun 2014 dan dinamai dengan sebutan Grup Wagner.

Baca Juga: Chandrayaan-3 Sebuah Pesawat Luar Angkasa Milik India Ternyata Berhasil Menuju Bulan, Apakah Ada Misi Khusus?

Tak hanya memiliki pasukan militer sendiri, Yevgheny juga pernah megerahkan pesawat tempurnya untuk mendukung sekutu Rusia seperti Libya dan Republik Afrika Tengah.***

 

Rekomendasi