

inNalar.com – Slipknot adalah grup musik heavy metal dari Amerika yang sempat konser di Indonesia Maret 2023 lalu.
Kedatangannya di Indonesia disambut antusias oleh penggemar musik heavy metal.
Tidak hanya penggemar dari tanah air, berbagai orang dari manca negara pun juga ikut memeriahkan konser mereka.
Baca Juga: PSG Bajak Marco Asensio dari Real Madrid, Raksasa Paris Butuh Sosok Baru Pengganti Lionel Messi?
Meski konsernya terbilang sukses, namun pihak promotor berpendapat lain.
Dalam sebuah wawancara, Ravel Junardy, selaku pemimpin acara Hammersonic 2023 yang bertanggung jawab atas undangan kepada band terkenal tersebut, mengungkapkan bahwa mereka mengalami kerugian.
Salah satu penyebab kerugian tersebut adalah karena Slipknot tidak datang dengan sembilan anggota seperti yang diharapkan.
Baca Juga: Karim Benzema Resmi Tinggalkan Real Madrid, Ini Sederet Pengabdian dan Prestasi yang Dicapai
Ternyata, mereka membawa rombongan sebanyak 140 orang.
Dari 140 orang tersebut, rombongan terbagi menjadi tim produksi, tim keamanan, anggota band, dan keluarga mereka.
Terlebih, anggota keluarga yang dibawa oleh setiap anggota Slipknot terhitung lumayan banyak.
Akibatnya, promotor harus mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi, makanan, dan transportasi bagi seluruh rombongan 140 orang tersebut.
Baca Juga: Kunlavut Berhasil Raih Gelar Di ‘Rumah’ Sendiri, Berikut Hasil Rekap Babak Final Thailand Open 2023
Meskipun anggota rombongan tersebut tidak memiliki persyaratan khusus terkait makanan, tetapi promotor tetap harus menyediakan makanan dalam jumlah yang besar.
Slipknot memang dikenal sebagai sebuah band dengan biaya produksi yang tinggi untuk konser mereka di berbagai tempat.
Oleh karena itu, meskipun mengetahui hal ini, keberanian Ravel dalam mengundang Slipknot layak dipuji.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 5 Juni 2023, Mulai dari Percintaan Hingga Keuangan
Hal ini juga dapat memberikan pengalaman baru dan panutan bagi promotor lain agar tidak takut mengundang grup musik luar negeri dengan biaya yang besar.
Juga, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi promotor lain untuk mengurangi kerugian dan sedikit perhitungan untuk mengundang grup musik dengan biaya yang besar.***(Ajeng Marcelliani)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi