inNalar.com – Banyak orang seringkali tidak menyadari bahwa mereka sudah terjebak dalam hubungan toxic.
Hubungan toxic merupakan interaksi yang tidak sehat dalam suatu hubungan. Hubungan yang tidak sehat inilah yang menjadikan anda tidak nyaman dalam menjalani suatu hubungan tersebut.
Lalu, Apa Itu Toxic Financialship?
Toxic Financialship suatu interaksi yang tidak sehat dalam hubungan terkait dengan keuangan.
Hubungan toxic financialship ini bisa terjadi ketika salah satu pihak yang memiliki ketergantungan berlebih dari sisi ekonomi maupun keuangan terhadap pasangannya.
Dalam kalangan Gen-Z maupun Millenial, hal ini biasa disebut dengan istilah bucin atau budak cinta, dimana seseorang rela melakukan dan mengorbankan apapun agar pasangannya senang walaupun merugikan diri sendiri secara finansial.
Bukannya romantis, hal ini justru merugikan pasangan yang dimanfaatkan. Toxic financialship ini tak hanya terjadi oleh pasangan yang sedang berpacaran, tapi juga pasangan yang sudah menikah.
Agar tak terjebak dalam toxic financialship, simak beberapa tanda-tanda dari toxic financialship yang acap kali tak disadari.
1. Selalu Minta Tolong Secara Finansial
Dalam menjalani suatu hubungan, umum terjadi jika salah satu pasangan terlebih sang pria yang membayar ketika sedang makan bersama, jalan bersama ataupun melakukan hal yang melibatkan pasangan.
Namun, bila seringkali pasangan meminta bantuan secara finansial, terlebih meminta untuk dibayarkan kebutuhan sehari-hari, bisa jadi hubungan tersebut sudah memasuki zona toxic financialship.
2. Rela Menjual Barang Pribadi Demi Menyenangkan Pasangan
Hal ini juga termasuk ciri dari toxic financialship. Ciri ke-dua ini seringkali terjadi pada pasangan muda yang rela menjual barang pribadi bahkan barang yang termasuk berharga demi menyenangkan pasangannya. Ciri ini juga salah satu gaya hidup tidak sehat.
3. Penghasilan Untuk Pasangan
Perlu diingat anda harus bisa membedakan hubungan pacaran dengan pernikahan.
Tentunya dalam konteks ini, jika anda sedang berada dalam hubungan pacaran, maka perbuatan anda dengan memberikan penghasilan kerja kepada pasangan bisa terbilang salah.
Sebab, kalau hanya sebatas pacaran, anda tidak memiliki kewajiban untuk menafkahinya.
Jika sekedar mentraktir atau membelikan hadiah untuk pasangan tentu saja boleh, namun jika anda sudah memasuki tahap memberikan penghasilan kepada pacar, tentu ini menjadi ciri toxic financialship.
Terlebih jika tidak ada timbal balik yang di lakukan oleh pasangan anda.
Ciri lainnya adalah membiarkan pasangan terus berhutang pada anda tanpa berniat untuk melunasinya.
Karena jika sudah terbiasa menggantungkan keuangannya pada anda, pasangan pun cenderung menggampangkan dan berujung tidak akan pernah melunasi hutangnya. ***