

inNalar.com – Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN telah membangun 2 unit instalasi pengolahan air minum atau IPA.
Nantinya, IPA tersebut akan dimanfaatkan untuk memasok air minum ke IKN, Kalimantan Timur.
Ketua Satgas Danis Sumadilaga mengungkapkan bahwa instalasi pengolahan air minum yang pertama berasal dari infrastruktur Intake Sungai Sepaku.
Adapun kapasitasnya mencapai 350 liter per detik dengan dana pembangunan dari APBN.
Kemudian untuk instalasi pengolahan air minum yang kedua akan dipasang di Bendungan Sepaku Semoi.
Kapasitasnya sendiri mencapai 300-350 liter per detik dengan biaya pembangunan dari hibah asal Korea Selatan.
Saat ini sendiri Kementerian PUPR menargetkan pembangunan instalasi dari Intake Sungai Sepaku agar bisa diselesaikan lebih dahulu.
Dengan terbangunnya dua instalasi ini maka tentunya kawasan IKN Kalimantan Timur akan mendapatkan pasokan air minum yang cukup.
Mulai dari 600 sampai 700 liter per detik. Tidak hanya itu, air minum ini nantinya juga dapat dialirkan ke wilayah sekitar IKN jika memang diperlukan.
Akan tetapi Danis mengungkapkan bahwa prioritas utama pembangunan IPA ini memang untuk memenuhi kebutuhan air minum di IKN.
Proyek instalasi ini sendiri memiliki tujuan untuk menyediakan sekaligus mengolah pasokan air minum yang aman.
Tidak heran jika prinsip pembangunan yang dilakukan adalah pengoptimalan operasi dan pemeliharaan SPAM.
Pada pembangunannya juga akan memastikan terkoneksinya antar IPA sehingga produksi air minum bisa tetap berjalan sesuai kebutuhan dengan baik.
Terutama ketika ada salah satu instalasi yang sedang tidak dioperasikan.
Melansir dari Antara, prinsip dasar infrastruktur air di kawasan IKN Kalimantan Timur adalah seperti berikut:
Baca Juga: BRI Sabet 6 Penghargaan Dealer Utama dari Kemenkeu setelah Sukses Jadi Market Maker Penjualan SBN
Dengan pembangunan IPA di ibu kota baru maka tentu akan menjamin kebutuhan air minum dapat terpenuhi.
Pembangunan IPA yang dilakukan oleh Kementerian PUPR ini juga memastikan bahwa air minum yang digunakan telah aman untuk dikonsumsi.***