Punya Julukan 1001 Mata Air, Daerah Ini Bisa Hasilkan Rp 14 Miliar Hanya dari Satu Umbul Saja

inNalar.com – Kabupaten Klaten baru-baru ini mendapatkan julukan 1001 mata air karena jumlahnya yang cukup banyak.

Bahkan beberapa mata air di Klaten dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk pengairan pertanian, konsumsi, dan industri.

Ada pula beberapa mata air di Klaten yang dijadikan sebagai tempat wisata pemandian.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Terpanjang di Indonesia!, Ternyata Jalan Tol di Sumatera Selatan Ini Telan Biaya Rp 21,95 T

Salah satunya Umbul Ponggok yang ada di Klaten hingga saat ini masih dijadikan sebagai tempat wisata.

Ada beberapa fakta tentang Klaten mengapa dijuluki sebagai daerah 1001 mata air.

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Inilah Satu-satunya Daerah di Jawa Barat yang Mencatatkan Warga Pintar Paling Rendah, Kotamu Termasuk?

1. Terdapat Puluhan Umbul

Umbul dalam bahasa Indonesia yang berarti mata air banyak terdapat di Kabupaten Klaten.

Bahkan lokasi antar umbul bisa berdekatan karena saking banyaknya.

Namun hanya ada beberapa umbul yang dikenal cukup besar di Klaten.

Baca Juga: Terima Dana Rp 500 Miliar, DP Mall Semarang Bakal Buat Jawa Tengah Seperti Los Angeles?

Yaitu Umbul Ponggok, Umbul Manten, Umbul Pelem, Umbul Besuki, Umbul Susuhan, dan Umbul Brintik.

Seluruh umbul tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Klaten terutama yang berdekatan dengan lereng Gunung Merapi.

2. Asal Usul Mata Air

Banyaknya mata air di Kabupaten Klaten tak terlepas dari peran Gunung Merapi.

Hasil penelitian Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan sumber mata air terbesar ada di Kecamatan Tulung.

Di Kecamatan Tulung terdapat sedikitnya 37 titik mata air dengan presentase 69,81 persen dari total mata air di Klaten.

Hal itu dikarenakan topografi daerah tersebut yang cenderung datar dan miring.

Adapun, lereng timur Gunung Merapi tersusun dari batuan vulkan dan dataran fluvial bawah vulkan.

3. Tidak Dipengaruhi Curah Hujan

Masih hasil dari penelitian yang sama, mata air di Klaten tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Baik musim kemarau atau musim hujan, debit air di sumber mata air tetap sama sepanjang tahun.

Suhu rata-rata mata air yang mengalir yakni di antara 23-27 derajat celcius.

Sehingga cukup sejuk ketika digunakan untuk berenang meskipun cuaca sedang terik.

4. Umbul Ponggok Bisa Hasilkan Rp 14 Miliar

Umbul Ponggok merupakan salah satu sumber mata air di Klaten yang bisa menyejahterakan warganya.

Umbul Ponggok yang semula hanya digunakan sebagai sumber pengairan di sawah, kini sudah menjadi pusat wisata di Klaten.

Bahkan beberapa wisatawan bisa berfoto di dalam air kolam Umbul Ponggok karena saking jernihnya.

Saat pertama kali dibuka, Umbul Ponggok hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp 80 juta per tahun.

Kini angkanya sudah melonjak drastis hingga mencapai Rp 14 miliar dari pengelolaan wisata.

Menariknya, sebagian hasil dari Umbul Ponggok dialokasikan untuk warga agar bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi.***

Rekomendasi