Punya Desain Unik seperti Paruh Burung, Bandara Termegah di Kalimantan Tengah Sedot Dana hingga Rp700 M

inNalar.com – Provinsi Kalimantan Tengah memiliki bandara termegah dan terbesar yang menjadi kebanggan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah.

Bandara ini bernama Bandara Tjilik Riwut yang kini sedang diusulkan menjadi bandar bertaraf internasional oleh pemerintah setempat.

Bandara Tjilik Riwut terletak di Jalan Adonis Samad, Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Dulu Sempat Mangkrak, Jembatan Senilai Rp95 Miliar di Ketapang Kalimantan Barat Akhirnya Diresmikan Tahun…

Dilansir dari angkasapura2.co.id bandara ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1958 dengan nama Pelabuhan Udara Panarung namun sering perkembangan zaman bandara ini kembali dibangn dan meresmikan nama baru di tahun 2019.

Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu mencapai 2.500 meter dengan terminal yang dapat menampung sebanyak 2.200 orang.

Yulindra Dedy selaku Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkap bahwa akan ada perpanjangan landasan pacu dengan penambahan 500 meter sehingga akan menjadi 3.000 meter.

Baca Juga: Disebut Mirip Amazon, Danau Keramat di Kalimantan Selatan Memiliki Aturan Sebelum Mengunjungi, Karena…

Dan nantinya juga akan dibangun terminal baru Bandar Udara Tjilik Riwut dengan luas mencapai 20.553 meter persegi.

Alasan dengan diperpanjangnya landasan pacu ini disebabkan oleh aktivitas penumpang yang terus meningkat.

Jumlah keberangkatan di tahun 2022 ada sebanyak 752 orang yang terdiri dari jamaah sekitar 731 orang, lalu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan Petugas Haji Daerah (PHD).

Baca Juga: Kampung Kuno di Sumatera Selatan Ini Disulap Menjadi Goa, Sebelum Masuk Ada Anjuran Ketuk Pintu Tiga Kali

Dalam pembangunan bandara Bandara Tjilik Riwut yang merupakan bandara termegah di Kalimantan Tengah ini menggelontorkan dana sebesar Rp700 miliar yang merupakan dana bersumber dari APBN.

Bandara Tjilik Riwut mempunyai keunikannya sendiri, yaitu pada atap bandara yang menyerupai dengan paruh burung.

Yang diketahui ternyata design bandara ini memang terinspirasi dari paruh sebuah burung enggang yaitu burung khas Kalimantan Tengah.

Selain atap yang menyerupai paruh burung, bandara ini juga mempunyai warna domain dengan warna putih.

Adanya perubahan nama dari Pelabuhan Udara Panarung menjadi Bandara Tjilik Riwut ini diambil dari nama Bapak Tjilik Riwut.

Tjilik Riwut merupakan gubernur kedua di tahun tahun 1958. Dalam masa kepemimpinan Tjilik Riwut, Palangka Raya menjadi sebuah ibu kota provinsi yang terus-menerus mengalami perkembangan.***

Rekomendasi