Punya Bentuk Tugu Paling Unik, Rupanya Desa di Tanah Datar Sumatera Barat ini Penghasil Juragan…

inNalar.com – Ada yang unik dari bentuk tugu salah satu desa di Tanah Datar, Sumatera Barat.

Apabila kita perhatikan dengan seksama, bentuk tugu desa di Tanah Datar ini sangat mirip dengan sebuah mesin.

Seketika kita bakal menemukan jawaban dari bentuk tugu paling unik di Sumatera Barat ini, yaitu jika kita melihat ke arah tiangnya terdapat tulisan ‘Tugu Photocopy’.

Baca Juga: Ditinggal Sejak 1980, Kampung ‘Mati’ di Agam Sumatera Barat Ini Cuma Punya 2 Penghuni, Sisanya Pergi karena…

Lantas, apa alasan di balik penetapan mesin photocopy menjadi simbol desa tersebut?

Menurut YouTube Irwan Channel, ternyata usut punya usut desa bernama Nagari Atar di Sumatera Barat ini memiliki latar belakang penduduknya yang sangat terikat dengan mesin photocopy, bagaimana bisa?

Desa Nagari Atar juga dikenal dengan Desa Photocopy. Alasannya bermula dari kebiasaan turun-temurun merantau dari 60 persen penduduknya.

Baca Juga: Bikin Nyesek dan Baper, Ini 13 Singkatan Nama Daerah di Sumatera Barat Buatan Warga Indonesia, Penasaran?

Bagai daerah Tegal terkenal dengan warga perantaunya yang sukses buka usaha Warteg, begitu pun dengan Desa Nagari Atar jadi pengusaha photocopy di daerah perantauan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2022, jumlah penduduk Desa Photocopy di Tanah Datar ini diketahui jumlahnya ada 4.911 jiwa.

Biasanya apabila ada 60 persen warganya yang merantau ke luar kota, yakni terhitung sekitar 2.946 orang, maka biasanya 90 persen dari jumlah tersebut mereka sukses menjadi juragan photocopy.

Baca Juga: Jadi Landmark Kampung, Jembatan Gantung Terpanjang di Sumatera Barat Ada di Desanya Crazy Rich, Panjangnya…

Lebih lanjut, diperkirakan sejumlah 2.652 orang biasanya mereka akan sukses jadi pengusaha di bidang jasa salin dokumen tersebut.

Itulah yang membuat perangkat desa rela menggelontorkan biaya bangun Tugu Photocopy senilai Rp30 juta.

Tugu tersebut kemudian menjadi simbol khusus di depan kampung Nagari Atar yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dahulu disebut bahwa masyarakat Desa Atar kesulitan mengelola pertanian sebab posisinya yang berada di wilayah bukit.

Oleh karena itulah yang mendorong mereka untuk mencari penghidupan yang lebih layak dengan merantau.

Pada dasarnya, tradisi merantau sendiri merupakan kebiasaan turun-temurun masyarakat Minangkabau dan mereka terkenal tidak pernah melupakan daerah asalnya meski di perantauan.

Itulah mengapa para perantau Desa Nagari Atar di Sumatera Barat ini dianggap sebagai pahlawan bagi pembangunan di daerah asalnya.

Rupanya tradisi merantau itu sendiri memang telah menjadi bagian dari sifat kepatuhan mereka, sehingga secara langsung kesuksesan memberikan dampak pembangunan bagi daerah asalnya.***

Rekomendasi