Punya 5.000 Pohon, Bendungan Senilai Rp1,9 Triliun di Minahasa Utara Sulut Ini Mampu Reduksi Banjir Manado sampai 25 Persen

inNalar.com – Salah satu fungsi bendungan adalah untuk mereduksi banjir. Hal ini juga berlaku bagi bendungan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini.

Bendungan dengan nama Kuwil Kawangkoan berada di Kabupaten Minahasa Utara dan dibangun dengan tujuan untuk mereduksi banjir di Kota Manado.

Bendung air ini dibangun pertama kali pada tahun 2016 dan baru selesai serta diresmikan pada pertengahan Januari 2023 lalu. Peresmiannya ini dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga: Pemegang Saham BBRI Akan Menerima Dividen Interim Rp12,7 Triliun di Awal Tahun 2024, Berikut Ini Jadwalnya

Proyek pembendung air yang berlangsung selama kurang lebih enam tahun dilatarbelakangi oleh peristiwa banjir bandang yang melanda Kota Kawanua ini pada tahun 2014 lalu.

Bencana yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi ini menggenangi rumah-rumah warga setinggi tiga sampai empat meter dan menyebabkan setidaknya 18 orang meninggal dunia.

Untuk menghindari hal yang sama terulang kembali, dibangunlah bendung air ini. Pembendung air ini memiliki kapasitas tampung 26 jua meter kubik dengan luas genangan sekitar 157 hektare.

Baca Juga: Kerahkan Rp1,4 Triliun, Bendungan di Sumbawa Barat NTB Ini Bakal Hidupkan 1.900 Ha Lahan Pertanian yang Terancam Mati Akibat Kekeringan

Dilansir dari djkn.kemenkeu.go.id, luas total daripada Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini adalah 284,79 hektare yang terdiri dari luas genangan 157 hektare, luas bangunan dan wisata 7,3 hektare, dan luas area penghijauan 120,49 hektare.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, fungsi utama dari bendung air ini adalah untuk mengurangi atau mereduksi debit banjir yang menggenangi kota dengan sebutan Kota Kawanua ini.

Pembendung air ini mampu mereduksi aliran banjir sebesar 25% atau sekitar 146,6 meter kubik per detik yang berasal dari Sungai dan Danau Tondano.

Baca Juga: Tarik Dana Investasi hingga Rp129 Triliun, Kawasan Ekonomi Khusus di Sumatera Utara Ini Diramalkan Mampu Serap 83 Ribu Tenaga Kerja

Selain untuk mereduksi banjir, bendung air ini juga digunakan sebagai penyedia air baku untuk masyarakat di Kota Kawanua dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga menyuplai air baku ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Bitung dan KEK Pariwisata Likupang.

Bendungan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini juga memiliki potensi untuk dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan listrik sebesar 1,2 megawatt (MW).

Baca Juga: Asyik! Dapat Kucuran Cuan Rp56 Miliar, 3 Ruas Jalan Pelosok di Aceh Jaya Ini Dibangun Berkat Titah Presiden Jokowi, Mana Saja?

Selain itu, bendung air ini juga berfungsi mengalirkan air untuk irigasi pertanian dan juga sebagawai tempat wisata.

Sektor wisata yang disuguhkan oleh pembendung air ini adalah keberadaan 5.000 pohon yang sengaja ditanam oleh Kementerian PUPR pada lahan seluas kurang lebih 50 hektare.

Dengan banyaknya pepohonan tersebut, kualitas udara di sekitar bendung air ini tentunya sangatlah baik serta stabil.

Baca Juga: Megaproyek Macet Rp1,38 T, Pembangunan Bendungan di Deli Serdang Sumatera Utara Ini Terapkan Operasi 24 Jam Non Stop Demi Kejar Target Selesai Pada…

Selain itu, dalam area pembendung air ini juga terdapat makam-makam kuno Minahasa, kolam Tumatenden, patung-patung dan burung Manguni sebagai simbol di Sulut.

Dengan begitu, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pereduksi banjir saja, namun, juga sebagai tempat wisata yang dapat dikunjungi untuk melepas di hari libur.***

Rekomendasi