

inNalar.com – Jembatan Shirotol Mustaqim, merupakan jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Candi, Sidoarjo Jawa Timur telah selesai dibangun.
Kabar terkait selesainya pembangunan jembatan yang dulunya berpondasi kayu itu sebelumnya telah ramai diperbincangkan di akhir tahun 2023 lalu.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pembangunan Jembatan Shirotol Mustaqim dibiayai anggaran senilai Rp1,4 miliar.
Anggaran pembangunan jembatan yang menjadi penghubung kedua desa di Sidoarjo itu diketahui diambilkan dari dana APBD Pemkab Sidoarjo Tahun 2023.
Proyek pembangunan jembatan diketahui selesai dengan baik dan memenuhi target penyelesaian, yakni di akhir tahun 2023.
Bangunan penghubung anatar desa itu memiliki panjang sekitar 24,6 meter dan lebar sekitar 2,5 meter.
Jembatan ini diketahui melintasi sungai yang menjadi pemisah antara kedua desa di Kecamatan Candi, Sidoarjo Jawa Timur itu.
Diketahui, kedua desa tersebut adalah Desa Klurak dan Desa Balongdowo.
Dulunya, kedua desa tersebut hanya dihubungkan dengan jembatan kayu yang setiap masanya selalu rapuh karena benturan air sungai.
Warga desa pun sering mengeluh akibat jembatan kayu tersebut sering memangsa korban.
Beberapa warga mengaku bahwasannya jembatan kayu yang menjadi penghubung Desa Klurak dan Desa Balongdowo di Sidoarjo tersebut beberapa kali membuat pengendara sepeda motor tercebur ke dalam sungai.
Alhasil, dengan dibiayai dana APBD Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur Jembatan Shirotol Mustaqim dibangun dengan memakai pondasi tiang cor.
Sehingga, warga tidak perlu risau lagi terkait pondasi kayu yang sering lapuk dimakan usia.
Meskipun begitu, jembatan dengan panjang 24 meter tersebut hanya diperuntukkan bagi pengendara sepeda maupun sepeda motor saja.
Diharapkan jembatan Shirotol Mustaqim mampu menjadi penguat dan perekat Desa Klurak dan Desa Bolongdowo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur kedepannya.***