Pulau Terpencil di Dunia, Daratan 121 KM Persegi yang Penghuninya Hidup dari Kasih Sayang Inggris

inNalar.com – Pulau terpencil di dunia ini letaknya berjarak 1.950 km dari barat pantai Afrika dan 4.000 km dari Rio de Janeiro, Amerika Selatan.

Luas yang mencapai 121 kilometer persegi ini bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan wilayah Jakarta Timur maupun Jakarta Selatan.

Selain sebagai pemukiman, 1/3 pulau ini digunakan para penduduknya untuk pertanian jagung, kentang, dan sayur-sayuran. Terdapat pula peternakan hewan, seperti sapi, unggas, babi, domba, dan kambing.

Baca Juga: Pesona Surga Indonesia Timur, Wisata Bahari Maluku Ini Pernah Menjadi Tempat Pengasingan Bung Hatta

Salah satu hasil pertanian yang cukup terkenal di sana adalah kopi, memiliki cita rasa khas kopi Helena menjadi salah satu jenis kopi yang banyak disukai. 

Dalam sejarahnya, pulau ini ditemukan pertama kali oleh Portugis pada tahun 150. Selain itu, daratan ini pun sempat menjadi tempat pengasingan kedua Napoleon Bonaparte. 

Pulau terpencil ini dikenal dengan nama Saint Helena. Meski berada di tempat yang terpencil, daratan ini dihuni oleh 4600 manusia.

Baca Juga: Setengah Jam Dari Candi Borobudur, Terdapat Wisata Budaya Gunung Tidar di Kota Magelang Ini Penuh Misteri, Kok Bisa?

Sebagian besar masyarakat di sana merupakan keturunan campuran Eropa, Afrika, Asia Selatan dan Timur.

Kehidupan di Saint Helena terlihat lebih santai dan tingkat kriminalitasnya sangat kecil, sehingga masyarakat di sana tidak khawatir untuk meninggalkan mobil dan barang-barang mewah begitu saja. 

Tidak jarang orang-orang yang tinggal di pulau ini punya sebutan “orang suci”. Istilah ini ditujukan pada mereka yang memiliki keturunan langsung dari para pelaut, sosok yang pertama kali menemukan Pulau Saint Helena. 

Baca Juga: Buktikan Kejantanan Pria! Suku di Maluku Jadikan Kepala Manusia Sebagai Mas Kawinnya

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Pendorong perekonomian pulau berasal dari bantuan Inggris, tetapi saat ini sudah berkembang melalui sektor perikanan, pariwisata, dan perkebunan mampu untuk meningkatkan perekonomian Pulau Saint Helena. 

Pada tahun 2016 silam, Pemerintah Inggris membangunkan bandara internasional di daratan ini untuk meningkatkan perekonomian dan menarik perhatikan wisatawan agar para turis tertarik mengunjungi pulau tersebut, serta mengurangi ketergantungan pada bantuan negara lain.

Baca Juga: Buktikan Kejantanan Pria! Suku di Maluku Jadikan Kepala Manusia Sebagai Mas Kawinnya 

Menjadi pulau terpencil tidak mengurangi daya tarik pulau ini. Di pulau ini tidak kalah dengan kondisi di wilayah kota besar, disini juga terdapat rumah-rumah beton, hotel, dan mobil-mobil. 

Selain itu terdapat juga bank, hotel, cafe, restaurant, dan supermarket.

Sen Helena Poud adalah mata uang resmi yang digunakan untuk bertranksasi di pulau ini, tetapi beberapa toko-toko di sini juga bisa menerima dollar, pounsterling, dan euro.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Leuweung Sancang, Tempat Moksa Prabu Siliwangi

Perumahan warga berada di sebuah lembah yang dikenal dengan nama Jamestown. Karena berada di sebuah lembah, rumah-rumah warga berada diantara tebing-tebing batu besar dengan pemandangan yang langsung mengarah ke laut. 

Masalah besar yang mereka hadapi adalah kekurangan barang. Lokasi pulau yang sangat terpencil membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi barang dan bahan-bahan pokok.

Sehingga sebagian besar dari mereka harus diimpor dari negara inggris dan negara lainnya. (***Gebriel Hemas)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]