Pulau Seluas 1.160,35 Km2 di Sulawesi Selatan Ini Berjuluk ‘Tana Doang’, Ternyata Karena Dulunya…

inNalar.com – Sebuah pulau yang berada di sudut terindah Sulawesi Selatan luasnya mencakup 1.160,35 kilometer persegi.

Pulau eksotis ini menyimpan keindahan alam bersejarah di sudut Provinsi Sulawesi Selatan.

Di balik sematan ‘Tana Doang’, pulau terindah Sulawesi Selatan ini dahulu menjadi bagian dari kisah keperkasaan Majapahit.

Baca Juga: Melega di Lahan Seluas 5.559 M2, SD Internasional Terbaik di Bengkulu Ini Biaya Masuknya Termahal?

Daratan bersejarah ini adalah Kepulauan Selayar. Dahulu, armada Gadjah Mada sering bersinggah di pulau yang satu ini.

Pasalnya ketika itu Selayar merupakan bagian dari Nusantara yang menjadi wilayah kekuasaan Majapahit pada pertengahan abad ke-14.

Kepulauan Selayar kini semakin dikenal luas masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Inilah 3 SD Terbaik di Bengkulu, Raih Akreditasi A Skor 95 Versi BANSM: Kepahiang Bisa Jadi Pilihan!

Namun diam-diam daratan eksotis yang menyimpan keindahan surgawi alami ini semakin menarik minat banyak wisatawan dari seluruh Indonesia.

Banyak wisatawan yang ingin melihat langsung keindahan pulau bersejarah tersebut.

Jadi, Pulau Selayar ini dahulu dikenal pula dengan sematan ‘Tana Doang’.

Baca Juga: Ada Keajaiban Alam di Jawa Tengah, Bukit Terindah Kebumen Ini Dulunya Lautan dan Gunung Purba

Arti Julukan tersebut adalah tanah tempat berdoa. Pada masa kesejarahan Majapahit, para pelaut ketika itu rajin bersinggah di pulau ini.

Kemudian para pelaut yang singgah itu berdoa di Pulau Selayar berharap perjalanan mereka dapat berlanjut dengan lancar.

“Pulau ini dinamakan pula dengan nama Tana Doang yang berarti tanah tempat berdoa”, dikutip Pemerintah Provinsi Kabupaten Selayar.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Perokok Terbanyak di Indonesia, Daerahnya Pabrik Rokok Terbesar Jawa Tengah Termasuk?

Sebutan ‘Selayar’ ini pun diketahui berasal dari bahasa Sansekerta ‘Cedaya’ yang artinya satu layar.

Penyebutan Cedaya ini didapatkan dari Kitab Negarakertagama yang dahulu, menurut kesejarahannya, ditulis oleh Empu Prapanca.

Pada perjalanannya, Kepulauan Selayar ini pun sempat diduduki oleh Kolonialis Belanda pada tahun 1739.

Baca Juga: Disperindag dan Dekranasda Jawa Barat Fasilitasi Layanan Batik di Tasikmalaya: Momentum Akses Pasar Lebih Luas

Pendudukan pulau eksotisnya Sulawesi Selatan ini tidak lepas dari penguasaan masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Lantas, seberapa surgawi keindahan Kepulauan Selayar ini ya?

Jika kamu berkesempatan berkunjung ke kepulauan yang satu ini jangan lewatkan Pantai Punagaan.

Baca Juga: Siap-Siap! 7 Weton Ini Akan Dikejar Rezeki dari Segala Arah di Tahun 2024

Jika diakses dari pusat kota Benteng, perjalanan menuju ke pantai ini bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 30 menit.

Jika sudah menikmati pantai berpasir putih dengan kejernihan air lautnya, intip pula pesona Pantai Ngapaloka yang lokasinya lebih membaur dengan tempat tinggal warga lokal.

Di antara penginapan berbintang yang bisa kamu pilih saat menyusuri keindahan Pulau Selayar ini ada Sunari Beach Resort yang jaraknya 8,9 kilometer dari Pantai Punagaan.

Baca Juga: Ini 5 Weton Istri yang Semakin Berumur Semakin Membawa Rezeki Bagi Suami

Nah, bagi yang ingin ke pulau ini tanpa bersusah payah menyeberangi lautan kapal ada pilihan sat set lho.

Maskapai Citilink kini telah membuka rute penerbangan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat setiap pekannya.

Melansir dari situs Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar, terdapat pesawat ATR 72 dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan yang siap mengantar para wisatawan menuju pulau eksotis ini.

Rate harga yang dibanderol berkisar dari Rp250 ribu sampai dengan yang termahal Rp500 ribu.***

Rekomendasi